Laut China Timur Memanas: Jet F-15J Jepang Tempel Ketat Pesawat Intelijen Y-9 China
Via XAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF) mengerahkan jet tempur F-15J dan F-2 (serta dukungan armada siluman F-35A) untuk mengudara dengan status siaga penuh pada 12 Agustus lalu.
Langkah tegas ini diambil setelah radar militer Tokyo mendeteksi manuver pengintaian jarak jauh yang dilakukan oleh pesawat intelijen Y-9 milik China.
Pesawat yang bertolak dari daratan China tersebut menyusuri wilayah udara internasional di atas Laut China Timur dan memotong jalur ke arah barat daya, melintas sangat dekat dengan pulau utama Okinawa sebelum akhirnya berputar balik menuju negara asalnya.
Gerbang Strategis
Posisi Okinawa yang merupakan bagian dari rantai Kepulauan Nansei sangat krusial karena membentang dari Kyushu hingga ke dekat Taiwan, menjadikannya gerbang strategis di jantung wilayah paling sensitif di Indo-Pasifik.
Pesawat Y-9 yang dikerahkan Beijing merupakan platform militer khusus yang dirancang untuk menjalankan misi pengawasan, pengintaian, hingga pengumpulan sinyal elektronik dan aktivitas militer negara lain.
Baca di Sini: China Bangun Pesawat Perang Elektronik Terbaru dari Basis Y-9
Meskipun penerbangan tersebut tetap berada di wilayah udara internasional dan tidak melanggar batas teritorial, jaraknya yang terlampau dekat memaksa Tokyo mengerahkan jet-jet tempur utama tersebut untuk melakukan identifikasi dan pengawalan ketat.
Insiden pencegatan ini bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari lonjakan adu gertak militer yang kian intensif di ruang udara kawasan.
595 Kali Pencegatan
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan Jepang, sepanjang periode April hingga Juni 2026 saja, Jepang telah mencatat 181 kali scramble atau lepas landas darurat, dengan 139 di antaranya dipicu oleh pergerakan pesawat maupun drone China.
Angka ini melanjutkan tren tinggi dari tahun fiskal sebelumnya yang mencatat total 595 aksi pencegatan, di mana dominasi penerbangan militer China menyumbang sekitar 61 persen dari seluruh operasi darurat tersebut.
Tensi di kawasan ini memang terus menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan rekam jejak gesekan yang berulang.
Pada Desember 2025 lalu, dua pesawat Y-9 juga sempat terdeteksi mengawal formasi tempur besar Tiongkok bersama jet tempur J-16 dan pembom strategis H-6.
Info Lainnya: Nah lho, untuk pertama kalinya drone intai siluman WZ-10 China dicegat oleh F-15J Jepang di Laut Cina Timur
Bahkan, situasi sempat mencapai titik krusial ketika jet tempur J-15 China mengunci radar mereka ke arah jet F-15J Jepang di tenggara Okinawa.
Menghadapi kampanye udara Beijing yang semakin masif dan mencakup berbagai varian armada, Tokyo kini terus memperketat pengawasan udara permanen demi menjaga benteng pertahanan wilayahnya. (PN)
