Bukan Sekadar Amunisi Serang, USV Kamikaze PT PAL Bawa Teknologi ISR dan AI Generasi Baru

USV Kamikaze buatan PT PAL teruji dalam Latihan Terintegrasi TNIPT PAL
USV Kamikaze buatan PT PAL teruji dalam Latihan Terintegrasi TNI.

AIRSPACE REVIEW – Industri pertahanan nasional kembali menunjukkan taji lewat pengembangan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze karya PT PAL Indonesia.

Kapal permukaan tanpa awak ini tidak hanya dirancang sebagai amunisi presisi penghantam sasaran secara langsung, melainkan juga dibekali kemampuan canggih Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR).

Perpaduan fungsi serang dan pengintaian ini membuat wahana nirawak tersebut memiliki fleksibilitas operasional yang sangat tinggi di wilayah laut. Mampu melaju hingga kecepatan 55 knot, USV Kamikaze menjadi aset taktis yang sangat lincah untuk merespons dinamika ancaman maritim secara cepat.

Keandalan platform ini sebelumnya telah teruji dalam skenario tempur Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Baca di Sini: PT PAL Unjuk Keunggulan USV Kamikaze Berhulu Ledak 150 Kg pada Latgab TNI 2026

Dalam latihan tersebut, armada USV yang dikerahkan lewat skenario swarm formation dengan hulu ledak 150 kilogram berhasil menghantam sasaran tepat sasaran.

Kemandirian Teknologi

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan memproduksi satu platform fisik semata. Menurutnya, kesuksesan uji coba di Dabo Singkep menjadi bukti nyata dari proses penguasaan dan kemandirian teknologi di dalam negeri.

“Keberhasilan USV ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah platform, tetapi tentang membangun kemampuan teknologi di dalam negeri. Mulai dari kompetensi engineer, penguasaan sistem, hingga kemampuan integrasi dan pengujian, semuanya menjadi bagian penting dari proses menuju industri pertahanan yang semakin mandiri,” ujar Kaharuddin.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi nirawak membuka peluang yang kian luas bagi pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi (technology-driven).

Integrasi sistem otonom (autonomous system), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan sistem navigasi nirawak dalam satu platform menjadi tumpuan utama pengembangan tersebut.

“Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi maritim. Karena itu, inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya,” jelasnya.

Menguatkan Rantai Pasok

Selain meningkatkan kemampuan tempur, keberhasilan ini juga diyakini memperkuat ekosistem industri nasional secara menyeluruh.

Penguasaan teknologi USV secara langsung mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta menguatkan rantai pasok lokal, khususnya pada sektor elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, dan integrasi sistem.

Di tengah pergeseran tren pertahanan global, keberadaan USV buatan Surabaya ini diproyeksikan bakal mendukung penuh konsep system of systems.

Info Lain: Waduh, Kamera Tetap Aktif Kirim Sinyal ke China saat Mati: Akses Internet USV Inggris Diputus

Pendekatan ini memungkinkan wahana nirawak untuk berkolaborasi secara terintegrasi dengan kapal perang berawak maupun armada pertahanan lainnya dalam satu jaringan operasi terpadu.

“Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas industri nasional untuk menghasilkan solusi teknologi maritim yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia,” pungkas Kaharuddin. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *