Intip KVD002: Drone Pengintai-Tempur Baru China yang Makin Lincah di Sektor Maritim

Drone Pengintai-Tempur Baru China KVD002 (1)CCTV
Drone Pengintai-Tempur Baru China KVD002.

AIRSPACE REVIEW – Pembebasan Rakyat China (PLA) memamerkan kemampuan drone jelajah-serang KVD002 dalam latihan gabungan di lepas pantai tenggara China.

Melalui tayangan dokumenter Victory di CCTV, drone tersebut sukses melacak dan menghancurkan target perahu nirawak (USV) yang bermanuver cepat.

Penampakan sedikitnya 13 unit KVD002 PLA di sebuah pangkalan China selatan mengindikasikan platform ini telah diserap penuh ke dalam satuan operasional, bukan sekadar unit uji coba.

Dalam momen penembakan tersebut, pergerakan acak sasaran di tengah ombak sempat menggagalkan sistem pelacakan otomatis komputer drone.

Tiga menit sebelum eksekusi, operator drone mengambil alih kendali secara manual untuk menstabilkan posisi penerbangan dan mengunci target, menurut laporan media China.

Sebuah rudal udara ke darat, yang diduga kuat jenis AR-1, kemudian diluncurkan hingga menghantam kapal sasaran. Misi ini menegaskan pentingnya intervensi operator manusia ketika fitur kecerdasan buatan menghadapi keterbatasan di lingkungan maritim yang dinamis.

Diperkenalkan Pertama Kali 2023

Pertama kali diperkenalkan pada September 2023 di Tianjin, KVD002 merupakan drone pengintai-penyerang pertama yang dirancang khusus untuk Angkatan Darat PLA.

Drone berentang sayap 18 m ini didukung mesin piston 114 tenaga kuda, turet elektro-optik/inframerah dengan zoom 20x, serta sistem komunikasi satelit (SATCOM) untuk mengirim data sasaran secara real-time.

Penempatan KVD002 memberi PLA kemampuan mandiri untuk mengawasi dan menyerang target maritim di wilayah pesisir atau Selat Taiwan tanpa bergantung pada angkatan laut atau udara.

Integrasi langsung ini memangkas rantai komando, mempercepat respons penindakan target, sekaligus memperketat ruang gerak kapal-kapal kecil di perairan sekitar China.

Drone Bersenjata Kelas MALE

Jika dikategorikan berdasarkan kelasnya, KVD002 masuk ke dalam kelompok drone MALE (Medium-Altitude Long-Endurance) Armed Reconnaissance UAV, yaitu drone pengintai sekaligus penyerang berukuran sedang yang beroperasi di ketinggian menengah dengan daya jelajah lama.

Dari segi fungsi dan doktrin operasionalnya, KVD002 setara dengan drone MQ-1C Gray Eagle milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Kedua drone ini sama-sama dirancang khusus untuk memberi komandan angkatan darat akses langsung ke aset intelijen dan pemukul presisi tanpa harus bergantung pada dukungan Angkatan Udara.

Dalam hal persenjataan, jika Gray Eagle mengandalkan rudal AGM-114 Hellfire, KVD002 membawa rudal presisi AR-1 untuk menghantam sasaran darat maupun laut.

Info Lain: TNI Jajal Drone China CH-4B Rainbow di Latgab TNI “Dharma Yudha” 2019

Sementara dari sudut pandang spesifikasi teknis dan peran tempurnya, KVD002 sering disandingkan dengan drone MALE seperti CH-4 Rainbow atau MQ-1 Predator, maupun Bayraktar TB2 dalam hal kapasitas mesin piston 100-an tenaga kuda dan misi taktisnya.

Secara bentuk fisik, KVD002 memiliki badan tunggal (single-fuselage) yang memanjang dan bentang sayap lurus hingga 18 m.

Desain ini memberinya proporsi yang lebih besar ketimbang struktur twin-boom khas pada TB2, sehingga mampu membawa muatan sensor dan rudal yang lebih berat untuk operasional jangka panjang di wilayah laut. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *