Kapal Rudal Rusia Serpukhov Dipasangi Perisai Antidrone dan Karung Pasir
Via XAIRSPACE REVIEW – Kapal perang rudal kecil (MRK) Serpukhov dari Proyek 21631 Buyan-M milik Angkatan Laut Rusia kedapatan tampil dengan wajah baru. Foto-foto terbaru yang beredar dari kawasan Kaliningrad memperlihatkan pergeseran nyata pada strategi pertahanan kapal tersebut, di mana sejumlah sarana perlindungan pasif dipasang guna membentengi bagian-bagian vitalnya dari ancaman serangan pesawat nirawak (drone).
Serpukhov kini dilengkapi dengan perisai kisi-kisi logam (lattice screens) yang terpasang membentang di atas struktur anjungan (superstructure) serta di sepanjang sisi lambung kapal.
Pemasangan perisai pada kapal korvet ini dirancang khusus untuk mengalihkan, menahan, atau mengurangi efektivitas hantaman amunisi dari drone tempur kecil maupun amunisi presisi.
Tak hanya itu, penataan perlindungan ekstra juga terlihat menonjol di area buritan kapal, di mana sistem artileri pertahanan udara jarak dekat AK-630M-2 Duet kini dikelilingi oleh tumpukan karung pasir untuk meningkatkan daya tahan benturan saat beroperasi.
Baca Juga: Mengenal Buyan-M, korvet pengusung rudal jelajah milik AL Rusia
Kompleks artileri AK-630M-2 merupakan salah satu tulang punggung pertahanan jarak dekat kapal ini. Mengusung dua unit meriam otomatis enam laras AO-18 berkaliber 30 mm, sistem ini mampu menyemburkan amunisi dengan kecepatan fantastis hingga 10.000 putaran per menit untuk menembak jatuh sasaran udara.
Perubahan Paragidma Militer
Meskipun memiliki daya tembak yang sangat masif, kerentanan komponen luar artileri terhadap amunisi drone FPV berukuran kecil membuat penambahan perisai fisik seperti karung pasir menjadi langkah improvisasi yang sangat krusial.
Fenomena yang terjadi pada kapal Serpukhov mencerminkan perubahan mendasar dalam paradigma doktrin militer laut saat ini.
Jika sebelumnya perancangan kapal perang berfokus hampir sepenuhnya pada penguatan rudal dan sistem artileri ofensif, kini perlindungan pasif terhadap ancaman drone mikro berbiaya murah namun mematikan telah menjadi prioritas utama.
Baca Juga: 6 MiG-29 Ukrania rontok di darat oleh rudal 3M14 AL Rusia
Tren modifikasi ini pun kian meluas di lingkungan Angkatan Laut Rusia. Sebelum Serpukhov, kapal sejenis dari Proyek 21631, yakni MRK Orekhovo-Zuevo, juga telah dipasangi jaring pelindung anti-drone dari bahan logam dan nilon di atas rangka khusus.
Bahkan, konsep perlindungan pasif semacam ini kini mulai diadaptasi oleh kelas alutsista lain, termasuk armada kapal selam yang mulai dipasangi struktur sangkar pelindung (sering disebut mangal), mirip dengan perisai yang sebelumnya populer digunakan pada tank-tank utama seperti T-90M. (AF)
