Lampu Hijau dari FAA: Boeing 737-7 Resmi Mengantongi Sertifikasi Terbang
BoeingAIRSPACE REVIEW – Lampu hijau akhirnya resmi didapatkan raksasa manufaktur penerbangan asal Amerika Serikat, Boeing. Badan Penerbangan Federal AS (FAA) secara resmi menerbitkan sertifikasi tipe (type certification) untuk varian jet komersial terbarunya, Boeing 737-7.
Keputusan krusial ini menandai keberhasilan serangkaian program pengujian penerbangan ekstra ketat dan komprehensif yang melibatkan evaluasi kinerja penerbangan, keandalan sistem, hingga pemenuhan standar keselamatan tertinggi.
Dengan dikeluarkannya izin resmi tersebut, Boeing kini siap melangkah ke tahap produksi massal dan pengiriman perdana kepada berbagai maskapai pemesan di seluruh dunia.
Anggota Terkecil Keluarga 737 MAX
Sebagai anggota terkecil namun paling lincah dalam jajaran keluarga 737 MAX, Boeing 737-7 dirancang untuk mengisi ceruk pasar penerbangan yang membutuhkan kombinasi antara kapasitas efisien dan daya jelajah tinggi.
Pesawat ini dibekali jangkauan terbang terjauh di antara seluruh varian 737 MAX, yaitu mencapai 3.800 mil laut (7.037 km) tanpa transit.
Keunggulan daya jelajah tersebut ditopang oleh penyematan mesin turbofan generasi terbaru CFM International LEAP-1B serta desain aerodinamika canggih berupa Advanced Technology winglet yang mengoptimalkan aliran udara di ujung sayap.
Baca Juga: Boeing 737 MAX 7 terbang ke China untuk dapatkan sertifikasi negeri itu
Perpaduan teknologi modern ini memberikan efisiensi operasional yang sangat menonjol bagi maskapai penerbangan. Boeing 737-7 mampu memangkas konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 14 sampai 20 persen dibandingkan dengan pesawat generasi terdahulu yang digantikannya, sekaligus menawarkan biaya operasional per kursi yang jauh lebih rendah.
Pilihan Paling Ideal
Mampu mengangkut hingga 172 penumpang dalam konfigurasi maksimal atau sekitar 138 hingga 153 kursi dalam konfigurasi dua kelas standar, pesawat ini menjadi pilihan paling ideal untuk melayani rute-rute jarak jauh dengan tingkat permintaan menengah.
Selain efisiensi biaya dan energi, kata Boeing dalam rilisnya, performa 737-7 juga memberikan fleksibilitas tinggi bagi operator maskapai yang beroperasi di medan-medan menantang.
Pesawat ini memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat yang sangat unggul di bandara-bandara berelevasi tinggi (high-altitude) maupun yang memiliki suhu udara panas (hot-weather conditions), di mana kerapatan udara yang rendah biasanya membatasi daya angkut pesawat biasa.
Kenyamanan Penumpang
Dengan fleksibilitas ini, maskapai memiliki ruang lebih besar untuk membuka rute-rute langsung baru yang sebelumnya dianggap kurang ekonomis atau sulit dijangkau oleh armada generasi sebelumnya.
Sektor kenyamanan penumpang pun mendapat perhatian besar melalui pengaplikasian rancangan kabin Boeing Sky Interior. Konsep interior modern ini menyajikan ruang penyimpanan bagasi di atas kepala (sculpted sidewalls and overhead bins) yang lebih lapang, pencahayaan berteknologi LED yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan skenario penerbangan, serta isolasi akustik mutakhir yang menciptakan suasana kabin jauh lebih tenang dari kebisingan mesin.
Langkah sertifikasi ini disambut hangat oleh pasar penerbangan global, dengan maskapai hemat biaya asal AS, Southwest Airlines, bertindak sebagai launch customer yang bersiap menerima dan mengoperasikan armada 737-7 pertama di dunia. (RNS)
