Uji taxiing dimulai: Prototipe KAAN P1 dengan corak putih segera mengudara
TUSAŞAIRSPACE REVIEW – Program pengembangan jet tempur generasi kelima Turkiye, KAAN, kembali mencatatkan tonggak penting dalam peta jalan kemandirian alutsistanya. Prototipe kedua yang diberi kode P1 secara resmi telah memulai tahapan uji coba taxiing (bergerak di landasan menggunakan tenaga mesinnya sendiri) di fasilitas manufaktur utama Turkish Aerospace Industries (TUSAŞ) di Ankara.
Momen tersebut menandai bahwa jet tempur siluman tersebut semakin mendekati fase krusial penerbangan P1 yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh pihak manufaktur, terlihat unit P1 meliuk anggun melakukan pengujian bergerak dengan kecepatan rendah.
Tahapan evaluasi darat ini memiliki peran yang sangat vital untuk memeriksa secara menyeluruh keandalan sistem kemudi darat, kepekaan respons pengereman, kinerja mesin, hingga integrasi sistem kendali terbang sebelum pesawat mendapatkan izin penuh untuk mengudara.
Versi Upgrade untuk Uji yang Lebih Kompleks
Meskipun tampil tanpa balutan cat akhir (finish painting), prototipe P1 dengan cat putih ini telah mendapatkan berbagai penyempurnaan struktur dan teknologi yang signifikan dibandingkan pendahulunya.
Jika prototipe awal (P0), yang telah sukses terbang perdana pada Februari 2024, difokuskan untuk memvalidasi karakteristik dasar aerodinamika dan stabilitas terbang, maka prototipe P1 dirancang untuk mengemban misi evaluasi yang jauh lebih luas dan kompleks.
Perusahaan mengatakan, P1 hadir dengan arsitektur sistem yang jauh lebih matang, yang akan menjadi platform utama pengujian ratusan jam untuk menguji integrasi sensor canggih, sistem avionik modern, pengujian skenario persenjataan, hingga keandalan perangkat lunak misi (mission software) dalam berbagai konfigurasi operasional.
Langkah pengujian ini dipastikan akan semakin padat karena TAI juga sedang mempercepat proses perakitan prototipe ketiga, yakni P2.
Pengiriman KAAN Tahun 2028
Direktur Utama TUSAŞ, Mehmet Demiroğlu, mengungkapkan bahwa P2 ditargetkan dapat mengudara sebelum akhir tahun ini. Dengan menerbangkan dua prototipe baru secara berdampingan dalam kampanye uji coba udara, proses sertifikasi dan pengembangan teknis dapat diakselerasi secara masif guna mengejar target pengiriman unit KAAN kepada Angkatan Udara Turki pada tahun 2028.
Di sektor dapur pacu, proyek KAAN juga mendapat suntikan kepastian setelah Pemerintah Amerika Serikat menyetujui lisensi ekspor 80 unit mesin General Electric F110-GE-129 yang akan menjadi tenaga penggerak batch produksi awal.
Baca di Sini: Trump beri lampu hijau penjualan mesin GE F110 ke Turkiye untuk jet tempur KAAN
Kendati demikian, visi jangka panjang Turkiye adalah terus memacu pengembangan mesin dalam negeri bertenaga tinggi, TF35000, yang kelak akan menjadi jantung penggerak bagi varian produksi masa depan KAAN.
Misi Superioritas Udara
Dirancang untuk bersaing langsung dengan jet tempur generasi kelima papan atas dunia, KAAN memiliki proporsi fisik yang megah dengan panjang sekitar 21 m, rentang sayap 14 m, serta sanggup terbang hingga kecepatan puncak Mach 1,8.
Pesawat ini dirancang untuk menguasai misi superioritas udara maupun serangan ke darat, berbekal fitur stealth (siluman), kompartemen senjata internal (internal weapon bays), kemampuan supercruise, serta integrasi penuh dalam operasi perang berbasis jaringan (network-centric warfare).
Baca Juga: Dua tahun penerbangan perdana KAAN: Dari prototipe ke program uji terstruktur
Dorongan besar di balik lahirnya KAAN tidak terlepas dari dinamika geopolitik saat Turkiye dikeluarkan dari program F-35 Lightning II AS pada tahun 2019. Peristiwa tersebut menjadi katalis utama bagi Ankara untuk melipatgandakan investasi nasional pada industri pertahanan domestik demi memutus ketergantungan pada pemasok asing.
Kini, KAAN tidak hanya menjadi simbol kedaulatan udara Turkiye, melainkan juga daya tarik bagi pasar global. (MA)
