USAF pertimbangkan pesawat serang VTOL untuk operasi di Indo-Pasifik

Konsep pesawat serang VTOL dari Shield AIShield AI
Konsep pesawat serang VTOL otonom dari Shield AI.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) dikabarkan sedang mempelajari pesawat serang strategis berkemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang mampu melakukan misi jarak jauh tanpa bergantung pada landasan pacu konvensional.

Konsep ini dapat memperkuat fleksibilitas operasional AS di kawasan Indo-Pasifik, di mana pangkalan udara utama mungkin rentan selama konflik intensitas tinggi, terutama menghadapi China.

Upaya ini mencerminkan pencarian Angkatan Udara akan cara-cara baru untuk mempertahankan operasi serangan jarak jauh dari lokasi yang tersebar jika lapangan terbang tradisional rusak atau tidak dapat diakses.

Meskipun pengebom siluman baru B-21 Raider tetap menjadi tulang punggung armada pembom masa depan, para pejabat USAF juga sedang meneliti apakah teknologi VTOL dapat memberikan pilihan tambahan untuk menembus lingkungan yang diperebutkan dan memperluas kemampuan serangan strategis.

Berkecepatan Hipersonik

Majalah kedirgantaraan terkemuka Aviation Week pada 29 Juli 2026 memberitakan bahwa Komando Serangan Global Angkatan Udara tengah mempertimbangkan pesawat serang VTOL canggih ini.

Konsep ini mengusulkan pesawat yang ditenagai oleh mesin roket propelan cair. Setelah lepas landas secara vertikal, pesawat akan beralih ke penerbangan horizontal sebelum berakselerasi hingga berpotensi mencapai kecepatan supersonik atau bahkan hipersonik.

Setelah misi serangannya selesai, pesawat akan kembali ke lokasi peluncurannya dan mendarat secara vertikal, memungkinkan platform tersebut untuk digunakan kembali tanpa bergantung pada infrastruktur landasan pacu konvensional.

Berdasarkan dukumen yang ada, mengidentifikasi beberapa teknologi utama yang bakal digunakan, termasuk kontrol penerbangan otonom, kontrol vektor dorong, kontrol aerodinamis untuk transisi penerbangan, manajemen propelan kriogenik, dan material yang mampu menahan suhu sangat panas.

Kandidat Pengembang

Salah satu perusahaan yang menjadi kandidat industri yang paling sesuai dengan spesifikasi Komando Serangan Global Angkatan Udara disebut-sebut adalah New Frontier Aerospace.

Perusahaan tersebut sedang mengembangkan mesin roket propelan cair ‘Mjolnir’ yang dapat digunakan kembali.

Mereka juga telah menandatangani Perjanjian Penelitian dan Pengembangan Kooperatif dengan Institut Teknologi Angkatan Udara pada tahun 2025 untuk melanjutkan pekerjaan pada pesawat lepas landas vertikal hipersonik.

Baca Juga: Untuk misi pengawasan perkotaan, China luncurkan eVTOL bersenjata yang diawaki seorang pilot

New Frontier Aerospace menawarkan konsep Rocketplane, yang dapat digunakan untuk aplikasi militer dan kemungkinan adaptasi untuk transportasi komersial.

Perusahaan lainnya yang diperhitungkan termasuk Shield AI, yang kini sedang mengembangkan X-BAT, pesawat serang VTOL otonom yang ditujukan untuk operasi di lingkungan yang rawan konflik. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *