Produsen senjata Rusia mematenkan versi meriam laut A-192M untuk dioperasikan di darat

Meriam laut A-192M RusiaAMBP
Meriam laut A-192M Rusia berbasis di darat.

AIRSPACE REVIEW – Arsenal Machine-Building Plant yang dikenal sebagai produsen senjata untuk kapal Angkatan Laut Rusia telah mematenkan artileri swagerak pantai yang mengadaptasi meriam laut A-192M miliknya untuk penggunaan di darat.

Perusahaan yang berbasis di Saint Petersburg ini merupakan produsen meriam laut seperti AK-100, AK-130, AK-726, dan A-192M.

Paten tersebut menjelaskan dudukan senjata berputar dengan pelindung lapis baja menyeluruh yang terpasang pada platform semi trailer yang ditarik truk kelas berat 8×8.

Semi trailer tersebut bertumpu pada empat kaki penyangga berputar, dua di antaranya masing-masing membawa sepasang roda jalan.

Sistem penanganan amunisinya menggunakan magazin siap pakai, dibangun dari tabung pemandu yang dirakit menjadi lingkaran tertutup, dan menggunakan sistem pengumpanan amunisi otomatis.

Meriam Fregat dan Penjelajah

Konsep artileri pantai ini dibangun dengan memodifikasi sistem A-192M Armat, meriam laut kaliber 130 mm yang sudah diproduksi untuk fregat kelas Admiral Gorshkov Rusia dan untuk modernisasi kapal penjelajah tempur kelas Kirov, Admiral Nakhimov.

A-192M sendiri merupakan kemajuan teknik yang nyata dibandingkan dengan meriam laut laras ganda AK-130 buatan Arsenal yang lebih tua.

Baca Juga: Kapal penjelajah rudal Rusia yang telah ditingkatkan, Admiral Nakhimov, berlayar untuk uji coba

Untuk bobotnya A-192M sekitar 25 ton, jauh lebih ringan dibandingkan dengan AK-130 yang beratnya sekitar 90 ton, namun tetap mampu menembakkan munisi 130 mm hingga jarak maksimum sekitar 23 km (14 mil) terhadap target permukaan.

Kombinasi daya tembak dan pengurangan berat ini membuatnya cukup menarik bagi Angkatan Laut Rusia untuk menstandarkannya dalam pembangunan fregat baru setelah menyelesaikan pengujian kualifikasi pada tahun 2021.

Mengadaptasi meriam laut yang telah terbukti untuk penggunaan di darat bukanlah ide baru dalam pengembangan artileri Rusia, karena sistem serupa telah dikembangkan semasa Uni Soviet masih berdiri. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *