Terbesar, BOC Aviation borong 300 mesin CFM LEAP untuk pesawat Airbus dan Boeing
BOC AviationAIRSPACE REVIEW – Perusahaan penyewaan pesawat (lessor) asal Singapura, BOC Aviation Limited, menandatangani kesepakatan besar bersama CFM International untuk pemesanan hingga 300 mesin mesin LEAP. Kontrak disepakati di ajang Farnborough International Airshow (FIA) 2026 ini mencakup pesanan pasti untuk 200 mesin LEAP-1A dan 100 mesin LEAP-1B.
Mesin-mesin baru ini nantinya akan menjadi sumber tenaga utama bagi jajaran jet komersial modern milik BOC Aviation, yakni keluarga Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX yang telah dipesan sebelumnya.
Transaksi Mesin Terbesar BOC Aviation
Pemesanan ini menandai tonggak bersejarah bagi kedua belah pihak. Kemitraan BOC Aviation dan CFM International sendiri telah terjalin erat sejak tahun 1998, dengan pemesanan mesin LEAP-1A pertama yang dimulai pada 2013. Hingga kini, mesin CFM telah memperkuat lebih dari 240 pesawat dalam portofolio BOC Aviation.
“Ini adalah transaksi mesin terbesar yang pernah kami lakukan, dan kesepakatan ini akan mendorong pertumbuhan perusahaan kami dari dekade ini hingga dekade berikutnya,” ujar Steven Townend, CEO dan Managing Director BOC Aviation dalam rilis yang diterima Airspace Review.
Baca Juga: Garuda Indonesia akan menambah armada pesawat, Dreamliner dan 737 MAX jadi sorotan
Ditambahkan bahwa karakteristik mesin CFM LEAP secara signifikan mengurangi emisi dan lebih hemat bahan bakar. Hal ini sejalan dengan komitmen BOC Aviation untuk menyediakan armada paling ramah lingkungan di antara lessor utama dunia lainnya.
Presiden dan CEO CFM International, Gaël Méheust, menyambut hangat kepercayaan berkelanjutan dari BOC Aviation.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang BOC Aviation, baik dalam hal pertumbuhan armada maupun pencapaian target keberlanjutan (sustainability) mereka. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan purna jual terbaik yang dapat diandalkan,” kata Méheust.
Keunggulan Teknologi CFM LEAP
Lini mesin CFM LEAP mencatatkan pertumbuhan paling pesat dalam sejarah penerbangan komersial, dengan lebih dari 10.000 unit mesin yang telah dikirimkan ke seluruh dunia.
Untuk terus meningkatkan kualitas dan keandalannya, CFM terus menyematkan berbagai inovasi terbaru. Di antaranya adalah peningkatan ketahanan HPT (High-Pressure Turbine), sehingga memperpanjang durasi mesin saat terpasang di sayap pesawat (time on wing).
Baca Juga: China Southern dan Xiamen Airlines borong 137 pesawat Airbus A320neo senilai Rp348 triliun
CFM juga menciptakan Sistem Reverse Bleed (RBS) untuk mengurangi beban perawatan rutinitas bagi maskapai penerbangan.
Selain itu adalah membentuk ekosistem MRO terbuka guna menjamin ketersediaan mesin yang tinggi dengan biaya kepemilikan yang kompetitif serta dukungan perbaikan (maintenance, repair, and overhaul) yang optimal. (RNS)
