Uji coba ekstrem, Boeing paksa 737 MAX 10 lawan angin kencang untuk sertifikasi autoland
Paul Weatherman/BoeingAIRSPACE REVIEW – Boeing terus tancap gas untuk merampungkan proses sertifikasi jet penumpang terbesarnya dari keluarga MAX, yakni 737 MAX 10. Baru-baru ini, pabrikan pesawat asal Amerika Serikat tersebut merilis video yang memperlihatkan uji terbang menegangkan di Midland, Texas, di mana pesawat tersebut sengaja “dijerumuskan” ke tengah kondisi angin kencang yang ekstrem.
Uji coba ini dilakukan bukan tanpa alasan. Boeing sengaja memburu cuaca buruk demi menguji ketangguhan sistem autoland (sistem pendaratan otomatis) pada varian MAX 10, guna memastikan pesawat mampu mendarat dengan aman meski dalam kondisi visibilitas rendah dan angin lateral (crosswind) yang sangat menantang.
Berburu Angin di Texas
Guna mendapatkan data operasional yang valid, tim uji terbang, teknik, meteorologi, hingga kru darat Boeing menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memantau prakiraan cuaca. Mereka akhirnya menemukan kondisi angin yang dicari di wilayah dataran luas Midland, Texas.
Di sana, pesawat uji coba 737 MAX 10 dihadapkan pada angin silang, angin sakal (headwind), serta angin buritan (tailwind) yang berhembus kencang dan tidak stabil (gusty).
“Kami menjamin bahwa sistem autoland akan berfungsi dalam kondisi tersebut. Oleh karena itu, kami harus mengujinya tepat di batas batas kekuatan angin tersebut, atau bahkan melampauinya,” ujar Dan Mangel, pilot uji coba Boeing yang menerbangkan pesawat dalam misi tersebut.
Menguji Batas Kemampuan Sistem Otomatis
Meski Boeing 737 MAX 10 menggunakan sistem autoland yang serupa dengan varian MAX lainnya (seperti MAX 8 dan MAX 9), otoritas penerbangan (FAA) tetap mewajibkan pengujian terpisah.
Hal ini dikarenakan dimensi MAX 10 yang jauh lebih panjang, sehingga memiliki karakteristik pengendalian yang berbeda.
Selama proses pendaratan otomatis di tengah hempasan angin, pilot dan insinyur memantau dengan ketat seberapa cepat dan akurat komputer pesawat melakukan koreksi arah terbang. Sistem komputer harus mampu mendeteksi perubahan angin dalam hitungan detik dan menjaga pesawat agar tetap berada di jalur tengah landasan pacu (runway).
Selain menguji stabilitas di tengah angin ribut, Boeing juga menyimulasikan skenario kegagalan sistem terencana (di mana beberapa fungsi pesawat dinonaktifkan sementara) untuk melihat bagaimana sistem cadangan autoland merespons situasi darurat.
Langkah Penting Menuju Pengiriman Maskapai
Uji coba ekstrem di Texas ini menjadi salah satu tonggak krusial bagi Boeing. Saat ini, Boeing 737 MAX 10 menjadi salah satu varian yang paling ditunggu-tunggu, dengan kantong pesanan mencapai lebih dari 1.200 unit dari berbagai maskapai di seluruh dunia.
Dengan rampungnya uji coba crosswind yang sukses ini, Boeing selangkah lebih dekat untuk mendapatkan sertifikasi penuh dari FAA yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
Bagi para calon penumpang, pengujian ini memberikan jaminan keselamatan bahwa jet raksasa ini nantinya siap beroperasi dengan aman di berbagai bandara dunia, dalam kondisi cuaca apa pun. (RNS)
