FAB tegaskan 36 Gripen belum cukup, butuh 66 jet tempur untuk jaga wilayah udara Brasil

F-39 Gripen BrasilSaab

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Brasil (FAB) secara resmi menyatakan bahwa 36 jet tempur F-39 Gripen yang dibeli dari Swedia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pertahanan ruang udara nasional mereka. Menurut institusi tersebut, Brasil membutuhkan setidaknya 66 jet tempur agar dapat melindungi wilayah negara yang berukuran kontinental secara ideal.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh surat kabar Metrópoles berdasarkan dokumen jawaban dari Kementerian Pertahanan Brasil kepada Komisi Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional di DPR setempat.

Ini merupakan pertama kalinya FAB secara blak-blakan menetapkan jumlah ideal jet tempur yang mereka butuhkan untuk menjalankan misi strategis nasional.

Wilayah Negara yang Luas

Kontrak awal yang ditandatangani antara Brasil dan perusahaan Swedia, Saab, pada tahun 2014 mencakup pembelian 36 unit Gripen (28 varian kursi tunggal F-39E dan 8 varian kursi ganda F-39F).

Kerja sama ini juga melibatkan transfer teknologi besar-besaran, di mana sebagian perakitan dilakukan di fasilitas Embraer di Gavião Peixoto, São Paulo.

Meskipun jet tempur Gripen memiliki performa luar biasa —termasuk sukses dalam uji coba pengisian bahan bakar di udara bersama pesawat KC-390 Millennium serta simulasi tempur jarak jauh (BVR)— jumlah 36 unit dinilai membatasi ruang gerak operasional FAB.

Dalam manajemen penerbangan militer modern, tidak semua pesawat bisa langsung diterbangkan dalam waktu bersamaan.

Sebagian armada harus menjalani perawatan rutin, inspeksi berkala, peningkatan sistem, atau digunakan untuk pelatihan pilot. Akibatnya, hanya sebagian kecil pesawat yang benar-benar siap siaga (ready-to-go) untuk misi nyata.

Dengan luas wilayah Brasil yang mencapai 8,5 juta kilometer persegi, garis pantai sepanjang 7.400 km, serta perbatasan darat lebih dari 16.000 km, keterbatasan armada ini menjadi risiko pertahanan yang nyata.

Negosiasi Batch Kedua

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemerintah Brasil saat ini tengah bergerak. Dalam kunjungan resminya ke Swedia baru-baru ini, Menteri Pertahanan José Múcio Monteiro menyatakan Brasil sedang menegosiasikan pembelian tambahan sekitar 20 unit jet Gripen.

Jika kesepakatan batch kedua ini terwujud, FAB akan memiliki total 56 jet tempur Gripen.

Meskipun jumlah tersebut melonjak signifikan dari kontrak awal, angka itu ternyata masih di bawah target ideal 66 pesawat yang diajukan oleh FAB.

Keuntungan bagi Industri Pertahanan Lokal

Selain memperkuat lini pertahanan udara, penambahan armada Gripen ini juga membawa angin segar bagi Basis Industri Pertahanan Brasil. Perusahaan-perusahaan lokal Brasil sudah terlibat aktif dalam memproduksi komponen struktural, sistem elektronik, hingga perangkat lunak untuk Gripen.

Pihak FAB menegaskan bahwa kelanjutan program ini akan terus meningkatkan kemampuan teknologi dirgantara nasional dan membuka peluang industri lokal terlibat dalam proyek internasional di masa depan.

Sebagai salah satu jet tempur paling canggih di Amerika Latin yang dilengkapi dengan radar AESA Raven ES-05 dan sensor inframerah IRST Skyward-G, F-39 Gripen tetap menjadi tumpuan utama Brasil.

Namun, pernyataan resmi FAB ini memberi sinyal kuat kepada pemerintah bahwa modernisasi pertahanan udara Brasil masih menjadi pekerjaan rumah panjang yang membutuhkan komitmen anggaran yang serius di tahun-tahun mendatang.

Realisasi Terasa Lambat

Di luar pemberitaan yang sudah dipaparkan, Airspace Review menilai, pengadaan 36 jet tempur F-39 oleh Brasil terasa lambat.

Sejak kontrak ditandatangani tahun 2014, yang artinya hingga saat ini sudah 12 tahun, baru 10 unit F-39 yang diterima FAB.

Mengacu pada dokumen Kementerian Pertahanan Brasil, sisa 26 unit lainnya dari total kontrak awal direncanakan akan diserahkan secara bertahap kepada FAB hingga tahun 2032.

Sisa pengiriman ini mencakup pesawat yang diproduksi langsung di Swedia maupun yang dirakit secara lokal di Brasil, termasuk varian kursi ganda. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *