Lomba sistem rudal balistik di ASEAN, Indonesia punya andalan KHAN dari Turkiye
ROKETSANAIRSPACE REVIEW – Kemampuan rudal balistik taktis di kawasan Asia Tenggara terus berkembang dan mulai beralih dari sistem lama era Uni Soviet ke rudal taktis presisi baru dari Turkiye, Korea Utara, serta China.
Negara-negara di Asia Tenggara yang bergabung dalam ASEAN awalnya lebih menghindari perlombaan kepemilikan senjata serangan jarak jauh ini. Namun, secara tidak langsung, kini hal itu tampaknya sudah bergeser.
Mari kita lihat tiga negara ASEAN yang mengakuisisi sistem rudal balistik dari tiga negara berbeda.
Indonesia Memiliki KHAN dari Turkiye
Indonesia, menjadi negara pertama yang mengoperasikan sistem rudal balistik jarak dekat (SRBM) modern terbaru, melalui akuisisi KHAN (ITBM-600) dari ROKETSAN, Turkiye.
Sistem yang dipasang pada truk Tatra 8×8 ini mampu menghantam target bernilai strategis secara akurat hingga jarak 280 km mengandalkan pemandu GPS/GNSS, dengan muatan hulu ledak 470 kg.
Sistem ini dioperasikan oleh Batalyon Artileri Medan 22/Kesumawira yang bermarkas di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Vietnam Memiliki Hwasong-6 dari Korea Utara

Sementara Vietnam, secara historis adalah negara pertama di Asia Tenggara memiliki SRBM ini. Vientam mengoperasikan sejumlah rudal Scud-B dari Uni Soviet yang diperoleh pada 1980-an.
Vietnam juga mengakuisisi sejumlah Hwasong-6 dari Korea Utara pada 1998, merupakan versi peningkatan dari Scud-B (disebut sebagai Scud-C), dengan jangkauan sekitar 300-500 km dan membawa hulu ledak 700 kg.
Rudal balistik Scud-B/C ini dioperasikan oleh Brigade Artileri dan Rudal Khusus PAVN
(People’s Army of Vietnam/Tentara Rakyat Vietnam).
Myanmar Memiliki DF-12A dari China

Negara selanjutnya adalah Myanmar, di mana Angkatan Bersenjatanya (Tatmadaw) memiliki sekitar 11 rudal balistik Hwasong-6 yang dipasok oleh Korea Utara sekitar tahun 2009.
Tatmadaw juga mengakusisi sejumlah SRBM canggih SY-400 (dikenal juga sebagai DF-12A), diproduksi oleh CASIC (China Aerospace Science and Industry Corporation) yang diperoleh pada tahun 2020.
Rudal yang dipasang pada truk Wanshan 8×8 ini memiliki jangkauan tembak 400 km dan muatan hulu ledak 300 kg, dengan tingkat kesalahan melingkar (CEP) kurang dari 50 m. (RBS)
