Filipina borong 12 jet tempur FA-50 Block 70 baru dari Korea Selatan: Pengiriman mulai 2028
KAIAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Filipina (PAF) mengumumkan batch pertama jet tempur ringan FA-50 Block 70 baru buatan Korea Selatan dijadwalkan tiba pada tahun 2028.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Filipina untuk memodernisasi kekuatan pertahanan udaranya.
Menurut Juru Bicara PAF, Kolonel Ma. Christina Basco, kontrak pengadaan 12 unit tambahan FA-50 ini telah ditandatangani pada 3 Juni 2025.
“PAF memperkirakan seluruh proses pengiriman akan selesai secara bertahap pada tahun 2030,” ujar Basco kepada Philippine News Agency (PNA).
Ia menambahkan, jet berkecepatan terbang Mach 1,5 ini akan dikirim dalam beberapa tahap, dengan masing-masing batch terdiri dari dua unit pesawat.
Peningkatan Performa
Kontrak pengadaan 12 jet tempur FA-50 Block 70 dari Korea Aerospace Industries, Ltd. (KAI) bernilai lebih dari USD 700 juta (sekitar Rp11,2 triliun).
Nilai kontrak tersebut sudah mencakup paket komprehensif berupa [eralatan misi, dukungan logistik terintegrasi, serta sistem informasi pelatihan dan logistik
Varian Block 70 merupakan evolusi terbaru dari platform FA-50. Pesawat dilengkapi dengan avionik canggih, sistem radar modern, serta jangkauan operasional yang lebih jauh dibandingkan varian sebelumnya.
Proyek ini berjalan di bawah program Armed Forces of the Philippines (AFP) Rehorizon 3.
Perkuat Pertahanan Maritim
Departemen Pertahanan Nasional Filipina (DND) menyatakan, akuisisi ini sejalan dengan Comprehensive Archipelagic Defense Concept (Konsep Pertahanan Kepulauan Komprehensif) yang diusung negara tersebut.
Sebelumnya, pada program Horizon 1 (2015–2017), Filipina telah membeli 12 unit FA-50 generasi pertama senilai PHP 18,9 miliar (setara Rp5,5 triliun).
Armada tersebut hingga kini menjadi tulang punggung pertahanan udara PAF, termasuk untuk berpatroli di kawasan Laut Filipina Barat.
Hubungan Manila-Seoul Semakin Solid
Pengumuman oleh PAF ini bertepatan dengan Pertemuan Komite Bersama (JCM) ke-27 antara Filipina dan Korea Selatan mengenai Kerja Sama Industri Pertahanan dan Logistik di Kota Mandaluyong.
Dalam pertemuan tersebut, Asisten Sekretaris DND Bidang Logistik dan Akuisisi, Rene Raoul Rommel Honasan, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Seoul terhadap program modernisasi militer Filipina.
Hubungan bilateral kedua negara juga semakin diperkuat pasca-kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, ke Filipina baru-baru ini.
Selain membahas pengadaan unit baru, pertemuan JCM kali ini juga fokus pada pemeliharaan jangka panjang (sustainability), peningkatan kemampuan perbaikan (MRO), transfer teknologi, serta manajemen siklus hidup sistem pertahanan yang sudah dimiliki Filipina saat ini. (RNS)
