RAAF kerahkan P-8A Poseidon dan E-7A Wedgetail ke Latihan RIMPAC 2026 di Hawaii

RAAF P-8A PoseidonRAAF
RAAF P-8A Poseidon.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Australia (RAAF) mengerahkan armada pesawat patroli maritim P-8A Poseidon dan pesawat pengawas udara E-7A Wedgetail untuk berpartisipasi dalam latihan militer maritim internasional terbesar di dunia, Exercise Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.

Latihan berkala dua tahunan edisi ke-30 ini berlangsung di sekitar Kepulauan Hawaii mulai tanggal 24 Juni hingga 31 Juli 2026.

Pada tahun ini, RIMPAC mengusung tema “Partners: Integrated and Prepared” (Mitra: Terintegrasi dan Bersiap).

Perusak Rudal kelas Hobart

Pengerahan jet pengintai canggih RAAF ini merupakan bagian dari kontribusi besar Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

Secara total, Australia mengirimkan sekitar 430 personel militer, yang juga mencakup kekuatan laut berupa kapal perusak rudal kendali kelas Hobart, HMAS Sydney, serta kapal pendukung ADV Guidance.

Tidak ketinggalan, tim penyelam klirens dan spesialis maritim juga diterjunkan ke lokasi.

Kepala Operasi Gabungan ADF, Laksamana Madya Justin Jones, menyatakan partisipasi konsisten Australia dalam RIMPAC mencerminkan komitmen jangka panjang negara tersebut terhadap transparansi strategis dan kolaborasi erat dengan negara-negara sekutu, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan Indo-Pasifik.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami untuk berintegrasi dengan kekuatan maritim sekutu dan mitra, melakukan pertukaran profesional, serta membangun hubungan antar-personel,” ujarnya.

Skenario Pertempuran Kompleks

Selama fase laut di RIMPAC 2026, armada Poseidon dan Wedgetail RAAF akan diuji dalam berbagai skenario pertempuran yang kompleks.

Fokus latihan bagi detasemen Australia meliputi latihan tembak rudal/amunisi tajam (live-fire exercises), taktik peperangan anti-kapal selam (anti-submarine warfare), pertahanan udara, hingga operasi pembersihan ranjau laut.

RIMPAC 2026 diikuti oleh kekuatan militer masif dari 31 negara, melibatkan 40 kapal permukaan, 5 kapal selam, lebih dari 140 pesawat terbang, serta lebih dari 25.000 personel gabungan dari seluruh dunia. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *