Dilema udara Spanyol: F-18 Hornet bakal bertugas hingga tahun 2040, efek domino penundaan FCAS

EF-18AM SpanyolSpanish MoD

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Spanyol secara resmi sedang menjajaki kemungkinan untuk memperpanjang masa bakti jet tempur F-18 Hornet (EF-18M) hingga tahun 2040.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi pertahanan udara mereka, mengingat jadwal pensiun semula dipatok pada tahun 2030.

Langkah “napas panjang” untuk sang Hornet ini diambil bukan tanpa alasan. Setidaknya ada tiga faktor krusial yang memaksa Angkatan Udara Spanyol tetap mengandalkan jet tua ini:

Setelah Spanyol memutuskan untuk menangguhkan negosiasi pembelian F-35 pada tahun 2025 demi menjaga otonomi industri Eropa, Madrid kini praktis tidak memiliki pengganti langsung dalam jangka pendek.

Sementara itu, proyek masa depan FCAS (Future Combat Air System) yang dikerjakan bersama Prancis dan Jerman masih terus dihantui penundaan akibat perselisihan industri antara Airbus dan Dassault.

Melalui program Halcón I dan II, Spanyol memang telah memesan unit baru Eurofighter Typhoon untuk memperkuat armada menjadi sekitar 115 pesawat.

Namun, meski sangat mumpuni, Typhoon tetaplah jet generasi 4.5. Untuk menghindari operational gap sebelum FCAS siap di tahun 2040, mempertahankan sekitar 60 unit F-18 menjadi pilihan yang paling masuk akal secara strategis.

Mempertahankan F-18 hingga usia 60 tahun bukan perkara mudah. Pemerintah Spanyol mengakui perlu adanya investasi besar dalam modernisasi avionik guna menyesuaikan sistem agar tetap relevan dengan medan tempur modern.

Selain itu perlu langkah untuk mengatasi keusangan (obsolescence) komponen asli yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan.

Kemudian perawatan intensif untuk memastikan keamanan terbang (airworthiness) pesawat dalam jangka panjang.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran di sektor laut. Angkatan Laut Spanyol masih bergantung pada AV-8B Harrier II untuk operasional dari kapal induk Juan Carlos I.

Tanpa adanya keputusan untuk meminang F-35B, masa depan kemampuan serang udara vertikal (VSTOL) Spanyol juga masih menjadi tanda tanya besar.

Keputusan memperpanjang umur Hornet oleh Spanyol, menegaskan bahwa transisi menuju teknologi jet tempur masa depan di Eropa jauh lebih kompleks dan mahal dari yang diperkirakan semula. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *