Saab selesaikan pengiriman jet tempur Gripen terakhir ke Hungaria
SaabAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Swedia, Saab, telah menyelesaikan pengiriman dua unit jet tempur Gripen C ke Hungaria. Kedua pesawat tiba di Pangkalan Udara Kecskemét pada akhir Juni 2026.
Pengiriman ini menandai tuntasnya amandemen kontrak yang ditandatangani pada awal tahun 2024 antara Administrasi Materiel Pertahanan Swedia (FMV) dan Kementerian Pertahanan Hungaria mengenai penambahan armada pesawat tempur.
Dengan tibanya kedua jet tempur baru tersebut, Hungaria kini mengoperasikan total 18 unit jet tempur Gripen, yang terdiri dari 16 unit Gripen C (kursi tunggal) dan 2 unit Gripen D (kursi ganda).
20 Tahun Kerja Sama Operasional Gripen
Selesainya komitmen pengiriman ini bertepatan dengan perayaan 20 tahun kerja sama militer antara Swedia dan Hungaria dalam operasional armada Gripen.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006, jet tempur buatan Swedia ini telah menjadi tulang punggung pertahanan udara Hungaria serta berkontribusi aktif dalam berbagai misi kepolisian udara NATO di wilayah Baltik, Slovenia, Kroasia, dan Slovakia.
Sektor pertahanan Hungaria juga sedang bertransisi dari skema sewa (leasing) jangka panjang yang dimulai sejak tahun 2001 menuju kepemilikan penuh atas seluruh armada tersebut.
Lars Tossman, Senior Vice President sekaligus Kepala Area Bisnis Aeronautika Saab, mengatakan kebanggaannya bekerja sama dengan Angkatan Udara Hungaria.
Ia juga memastikan kesiapan armada Gripen Hungaria dengan adanya kontrak dukungan dan layanan.
“Melalui kontrak dukungan dan layanan yang ada, armada Gripen Hungaria dipastikan akan mempertahankan kesiapan operasional yang tinggi dan terus ditingkatkan secara berkala demi memenuhi semua kebutuhan misi hingga setidaknya satu dekade ke depan,” ujarnya.
Peningkatan Teknologi Mutakhir
Jet tempur Gripen C yang telah dikirimkan ini dilengkapi dengan peningkatan teknologi mutakhir, termasuk sistem komunikasi modern, radar, serta integrasi persenjataan standar NATO yang jauh lebih canggih dibandingkan versi awal dua puluh tahun lalu.
Selain pengadaan pesawat, kemitraan antara kedua negara yang kini sama-sama berada di bawah payung NATO ini kian diperdalam melalui investasi industri.
Saab dan Kementerian Pertahanan Hungaria telah menyepakati kerja sama strategis berupa pembangunan Pusat Pengembangan Penerbangan (Aviation Development Centre) di Budapest yang berfokus pada riset teknologi, pengembangan perangkat lunak kedirgantaraan, serta kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR).
Langkah modernisasi ini memperkuat posisi Hungaria dalam menjaga kedaulatan ruang udara nasional sekaligus memperkokoh lini pertahanan NATO di kawasan sayap timur Eropa. (RNS)
