Estonia terima unit pertama sistem pertahanan rudal IRIS-T SLM dari Jerman

Estonia menerima IRIS-T SLM dari JermanEstonian MoD
Estonia menerima IRIS-T SLM dari Jerman.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Estonia resmi menerima komponen pertama sistem pertahanan udara bergerak jarak menengah, IRIS-T SLM dari Jerman.

Pengiriman ini menandai babak baru bagi Estonia dalam meningkatkan jangkauan dan ketinggian deteksi guna menangkal berbagai ancaman udara.

Komponen-komponen pertama tersebut tiba di Pangkalan Udara Ämari dan diserahkan kepada Divisi Pertahanan Udara Estonia (Õhukaitsedivisjon).

Kontrak Tahun 2023

Sistem IRIS-T SLM dibeli melalui Pusat Investasi Pertahanan Estonia (ECDI) dari perusahaan pertahanan asal Jerman, Diehl Defence.

Langkah ini menyusul perjanjian kerangka kerja yang telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan kedua negara pada 11 September 2023.

Menteri Pertahanan Estonia, Hanno Pevkur, menegaskan pentingnya sistem ini berkaca pada situasi geopolitik saat ini.

“IRIS-T adalah sistem pertahanan udara jarak menengah yang telah terbukti keandalannya di Ukraina. Sistem ini membawa pertahanan udara kami ke tingkat yang jauh lebih tinggi, memungkinkan kami melumpuhkan target pada jarak dan ketinggian yang jauh lebih besar dibanding sistem jarak pendek yang kami miliki saat ini,” ujarnya pada 22 Juni.

Pevkur menambahkan bahwa perang di Ukraina menjadi bukti nyata bahwa pertahanan udara yang tangguh merupakan komponen inti pertahanan nasional untuk melindungi masyarakat, unit militer, serta infrastruktur kritis.

CEO Diehl Defence, Helmut Rauch, menyatakan kepuasannya karena dapat memenuhi komitmen pengiriman tepat waktu di tengah tingginya tekanan dan permintaan pada pasar pertahanan udara Eropa saat ini.

Inisiatif Pertahanan Eropa

Pengadaan bernilai besar ini —yang disebut-sebut sebagai kontrak pertahanan termahal dalam sejarah Estonia— juga memperkuat komitmen negara tersebut dalam European Sky Shield Initiative (ESSI).

Inisiatif yang diinisiasi oleh Jerman sejak tahun 2022 ini bertujuan menciptakan sistem pertahanan udara berbasis darat yang terintegrasi di Eropa.

Hingga saat ini, ESSI telah beranggotakan 23 negara, di mana delapan di antaranya (termasuk Jerman, Estonia, Latvia, Slovenia, Bulgaria, Swedia, Denmark, dan Swiss) telah menjatuhkan pilihan pada sistem IRIS-T SLM.

Secara teknis, satu baterai IRIS-T SLM standar terdiri dari beberapa unit peluncur, sebuah radar, pos komando, serta kendaraan pendukung logistik (seperti kendaraan pengangkut amunisi dan perawatan).

Sistem ini dirancang untuk menghalau pesawat, helikopter, hingga rudal penjelajah dengan radius jangkauan operasional hingga 40 kilometer dan ketinggian mencapai 20 kilometer.

Meski perangkat pertahanan canggih ini sudah mendarat, otoritas militer Estonia menyebutkan bahwa dampak taktis di lapangan tidak akan instan.

Pasukan Estonia masih memerlukan waktu pelatihan intensif selama beberapa bulan ke depan agar sistem ini dapat terintegrasi penuh dan mencapai kesiapan tempur (combat readiness) yang maksimal. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *