Drone kamikaze terbaru DELUGE dari Prancis, terinspirasi Shahed-136
EDR OnlineAIRSPACE REVIEW – Produsen rudal kenamaan dari Eropa, MBDA, telah memperkenalkan drone kamikaze (loitering munition) teleoperasional DELUGE di pameran pertahanan internasional Eurosatory 2026, Paris.
Kehadiran DELUGE menyediakan kemampuan serangan jarak jauh bagi pasukan darat Prancis. Drone ini mampu menyerang target taktis jauh di belakang garis musuh yang terlindungi dan menembus jaringan pertahanan udara canggih.
Tidak seperti senjata presisi berbiaya tinggi yang diperuntukkan bagi sasaran-sasaran penting, amunisi jelajah baru ini dimaksudkan untuk digunakan dalam jumlah yang lebih besar dan berbiaya murah.
Hal ini memungkinkan serangan saturasi yang dirancang untuk mengganggu sistem pertahanan musuh, melemahkan jaringan komando, dan menciptakan peluang untuk operasi lanjutan.
Disebut juga Durandal
Sistem DELUGE, yang juga disebut Durandal ini, menggabungkan jangkauan jarak jauh dengan konsep penggunaan yang berpusat pada volume dan tekanan berkelanjutan.
Drone ini memiliki jangkauan 500 km, beroperasi pada ketinggian di atas 4.500 m. Dibekali mesin turbojet mini, DELUGE dapat melaju dengan kecepatan sekitar 400 km/jam.
Karakteristik ini dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan antara jangkauan, daya tahan, dan keterjangkauan.
Dengan berat 120 kg, panjang 250 cm, dan bentang sayap 390 cm, dimensinya dirancang untuk memudahkan pengangkutan, penyimpanan, dan penyebaran oleh pasukan darat.
Hulu Ledak 50 Kg
Drone kamikaze ini membawa hulu ledak seberat 50 kg yang menggabungkan efek ledakan dan fragmentasi.
Muatan tersebut dirancang untuk target seperti infrastruktur ringan, pos komando, dan fasilitas pendukung penting lainnya.
Karakteristik penting lainnya adalah kemampuan sistem untuk beroperasi di lingkungan tanpa Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS).
DELUGE juga memiliki kemampuan untuk melakukan empat peluncuran dalam waktu lima belas menit.
Tingkat penembakan ini mendukung pelaksanaan salvo terkoordinasi yang dirancang untuk menghujani area target, menciptakan beberapa poros ancaman, dan mempersulit respons pertahanan.
Mengikuti Pakem Shahed-136
Secara tampilan, desain DELUGE tampak mengikuti pakem drone kamikaze Shahed-136 Iran yang terbukti sukses di palagan Ukraina dan perang Iran-Amerika Serikat/Israel.
Mengadopsi desain yang telah terbukti atau proven adalah jalan singkat pengembangan yang praktis, daripada rancangan baru sama sekali.
Shahed-136 mengadopsi sayap delta untuk menampung bahan bakar yang banyak, guna mendukung serangan jarak jauh.
Digerakkan menggunakan mesin piston 2 tak, memberikannya kemampuan terbang jelajah yang efisien. Tersedia juga mesin turbojet mini yang lebih cepat digunakan pada tipe Shahed-238.
Muatan hulu ledak yang besar, ditempatkan di bagian depan, dapat diandalkan untuk menghancurkan terutama target stasioner bernilai tinggi.
Kesuksesan Shahed-136 tak hanya diikuti Prancis, karakter desain nya juga diadopsi dan dikembangkan oleh Rusia, China, Pakistan, India, bahkan Amerika Serikat. (RBS)
