Angkatan Udara Kanada menerima CT-153 Juno, helikopter Airbus H135 untuk pelatihan pilot
Airbus HelicoptersAIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Kanada (RCAF) telah menerima CT-153 Juno, yaitu helikopter Airbus H135 pertamanya untuk program Pelatihan Awak Pesawat Masa Depan (FAcT) Kanada.
Penerimaan helikopter ini menandai tonggak sejarah penting dalam upaya modernisasi sistem pelatihan pilot RCAF.
Dalam kedinasan militer Kanada, helikopter bermesin ganda (twin-engine) buatan Airbus Helicopters ini mendapatkan nama resmi CT-153 Juno.
Heli akan digunakan sebagai platform utama untuk melatih generasi baru pilot helikopter RCAF, mulai dari pelatihan dasar (ab-initio), aturan penerbangan instrumen (advanced IFR), hingga pelatihan taktis.
Bekerja Sama dengan SkyAlyne
Helikopter H135 dipilih oleh SkyAlyne, kontraktor utama yang bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan program FAcT, guna memenuhi kebutuhan pelatihan penerbang sayap putar (rotary-wing) yang terus berevolusi.
Manajer Umum SkyAlyne, Kevin Lemke, mengatakan pengiriman heli pertama ini berhasil dicapai dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan sejak program dimulai.
“Misi bersama kami adalah memastikan RCAF memiliki keunggulan mutlak di udara. Melalui kolaborasi antara industri, militer, dan pemerintah, kami dapat memberikan hasil terbaik dengan lebih cepat untuk memastikan Kanada memiliki awak pesawat dengan pelatihan terbaik di dunia,” ujarnya.
Ditambahkan bahwa pemilihan CT-153 Juno merupakan komponen inti dari upaya tersebut.
Sementara itu, Dwayne Charette, Presiden Airbus Helicopters di Kanada, menyatakan momentum ini mencerminkan komitmen jangka panjang Airbus dalam mendukung pertahanan Kanada.
Helikopter ini diselesaikan di fasilitas Airbus di Fort Erie, Ontario, dengan mengintegrasikan modifikasi khusus yang dikembangkan di Kanada, termasuk peningkatan pada sistem avionik, konfigurasi kokpit, dan sistem komunikasi.
Terpercaya untuk Pelatihan Militer
Secara global, helikopter dari keluarga H135 merupakan platform yang sangat tepercaya untuk misi pelatihan militer.
Lebih dari 200 unit telah dikirimkan atau sedang dalam pesanan di seluruh dunia, dengan akumulasi lebih dari 650,000 jam terbang.
Dengan diterimanya CT-153 Juno, Kanada kini resmi bergabung dengan 12 negara lainnya —termasuk sekutu dekat seperti Inggris dan Australia— yang mengandalkan armada H135 untuk melatih calon penerbang militer mereka.
Nantinya, armada Juno milik Kanada ini akan ditempatkan di Pangkalan Udara 15 Wing Southport dan dioperasikan oleh Sekolah Pelatihan Terbang Pasukan Kanada ke-3 (3 Canadian Forces Flying Training School).
Pengiriman unit helikopter yang tersisa dalam program FAcT dijadwalkan akan terus berlanjut hingga tahun 2028. (RNS)
