TNI AL segera berangkatkan 100 personel untuk mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk TNI ALItalian Navy
Kapal induk Giuseppe Garibaldi segera dioperasikan TNI AL.

AIRSPACE REVIEW – TNI Angkatan Laut segera memberangkatkan 100 personelnya ke Italia untuk mengikuti pelatihan mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, pemberangkatan seluruh personel dijadwalkan pada 10 Juli mendatang.

“Rencananya mudah-mudahan 10 Juli sudah diberangkatkan (ke Italia),” ujar Kasal dalam jumpa pers di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis, dikutip Antaranews.

Ditambahkan bahwa 100 personel TNI AL tersebut dipilih berdasarkan pengalaman dan latar belakang yang berkaitan dengan penugasan di kapal.

Mereka, kata Ali, akan tergabung dalam sebuah satuan tugas (satgas) yang berisi pengawak pendahuluan.

Pelatihan Hingga Membawa Kapal ke Indonesia

Selama di Italia, para personel TNI AL itu akan mengikuti pelatihan teori hingga praktik di atas kapal induk secara langsung.

Setelah mengikuti pendidikan di Italia, Kasal berharap para personel TNI AL ini mampu membawa kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia.

“Harapan kita bisa hadir (kapal induk beserta para awak) sebelum 5 Oktober 2026. Itu harapan kita, tapi kita lihat perkembangan situasi seperti apa, nanti kita mengikuti saja,” jelas Kasal.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kasal Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

“Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk,” kata Yayan beberapa waktu lalu.

Jumlah Kru Bisa Lebih 500 Orang

Ia menyebutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 karena belum mencakup kru tidak inti yakni di luar kru navigasi hingga penerbang.

Selain kru, jajarannya juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal, serta kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di kapal dalam waktu lama.

Meski harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk itu secara maksimal.

Profil Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi (551) adalah kapal induk pertama yang dirancang dan dibangun murni oleh galangan kapal Fincantieri untuk Angkatan Laut Italia pasca-Perang Dunia II.

Mulai resmi bertugas pada tahun 1985, kapal ini memiliki dimensi panjang 180,2 m, lebar 33,4 m, dan bobot mati saat bermuatan penuh mencapai 14.150 ton.

Di dalam lambungnya, kapal ini digerakkan oleh sistem propulsi COGAG yang mengandalkan empat turbin gas General Electric/Avio LM2500, memberikan performa tinggi dengan kecepatan maksimal mencapai 30 knot serta daya jangkau operasional yang sangat luas.

Ciri khas paling menonjol dari Giuseppe Garibaldi terletak pada fasilitas penerbangannya yang dilengkapi dengan dek penerbangan sepanjang 174 m dan lebar 30,4 m.

Dilengkapi Ski-Jump untuk Pesawat STOVL

Pada ujung haluan dek tersebut, terdapat struktur melengkung ke atas atau ski-jump dengan sudut 6,5 derajat yang dirancang khusus untuk memberikan daya angkat tambahan bagi pesawat tempur STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing) sejenis AV-8B Harrier II.

Di bawah dek utama, terdapat fasilitas hanggar berukuran 110 x 15 m yang terhubung melalui dua lift helikopter utama, mampu menampung dan merawat hingga 18 helikopter berukuran sedang atau kombinasi antara jet tempur Harrier dan helikopter multiperan seperti AgustaWestland AW101.

Meskipun ukurannya tergolong kompak untuk ukuran kapal induk global, Giuseppe Garibaldi dibekali sistem persenjataan organik dan sensor pertahanan diri yang sangat mumpuni.

Pada konfigurasi aslinya, kapal ini dilengkapi dengan peluncur rudal permukaan ke udara Albatros untuk sistem pertahanan udara jarak pendek, meriam otomatis Oto Melara 40 mm Twin Breda untuk menangkal ancaman jarak dekat, serta tabung peluncur torpedo untuk peperangan antikapal selam (ASW).

Komponen sensornya pun sangat padat, mencakup radar pencarian udara jarak jauh, radar pelacak permukaan, serta sonar canggih yang terpasang di bagian pasif lambung kapal guna mendeteksi ancaman dari bawah air.

Combat Proven di Somalia Hingga Libya

Sepanjang masa pengabdiannya, kapal yang menyandang nama pahlawan nasional Italia ini memiliki rekam jejak operasi yang kaya, mulai dari operasi tempur di Somalia, intervensi di Kosovo, hingga operasi penegakan hukum di Libya.

Profilnya yang fleksibel membuat Giuseppe Garibaldi tidak hanya berfungsi sebagai platform peluncuran kekuatan udara, melainkan juga kerap diandalkan sebagai kapal markas komando (Flagship) tingkat tinggi bagi armada NATO karena dilengkapi ruang pusat kendali operasi pertahanan yang sangat luas dan terintegrasi.

Setelah digunakan lebih 40 tahun oleh Angkatan Laut Italia, kapal induk ini segera dimiliki oleh Indonesia untuk dioperasikan oleh TNI AL. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *