Ukraina mengakui kesulitan menangkal drone kamikaze bermesin jet Rusia

Drone bermesin jet Geran-4 RusiaGUR
Drone bermesin jet Geran-4 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Militer Ukraina mengakui kesulitan untuk menangkal serangan drone-drone kamikaze Rusia, khususnya drone yang ditenagai mesin jet.

Kehadiran drone-drone tersebut menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan udara Ukraina.

Komandan unit drone antipesawat “Posipaky” dari Resimen Rudal Antipesawat ke-39 Ukraina, yang dikenal dengan call sign “Ramzes”, mengungkapkan drone-drone pencegat (interceptor drones) Ukraina belum bisa menandingi drone Rusia dari sisi kecepatan terbang.

Dalam wawancaranya dengan Militarnyi, Ramzes menjelaskan bahwa kecepatan drone bermesin jet Rusia, seperti tipe Geran-3, Geran-4, dan Geran-5, bisa melejit dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Untuk bisa mengejar dan melumpuhkan target tersebut, sebuah drone pencegat idealnya harus memiliki kecepatan 25% lebih tinggi daripada target yang dikejarnya.

“Jika drone Shahed terbang dengan kecepatan 300 km/jam dan drone pencegat kami berkecepatan 310 km/jam, lalu kami mencegat jalurnya di wilayah Kharkiv, kami kemungkinan baru bisa menyusulnya di wilayah Cherkasy,” jelas dia.

Dengan keunggulan kecepatan yang hanya selisih 10 km/jam tersebut, lanjutnya, berdampak pada daya baterai drone yang akan habis jauh sebelum target terkejar.

Tergantung Faktor Keberuntungan

Saat ini, keberhasilan dalam menjatuhkan drone cepat tersebut belum menjadi kapabilitas yang tersistem secara konsisten.

Keberhasilan misi masih sangat bergantung pada faktor keberuntungan, keahlian tinggi, serta pengalaman operator.

Biasanya, operator memanfaatkan momen ketika drone Rusia melakukan manuver yang membuatnya kehilangan kecepatan untuk kemudian mengeksekusi pencegatan.

Meski demikian, Ukraina tidak tinggal diam. Ramzes menambahkan bahwa saat ini Ukraina tengah mengembangkan sistem drone pencegat baru yang diharapkan bisa segera beroperasi.

Bukan Target yang Mudah

Ramzes juga menegaskan bahwa drone Shahed yang masih menggunakan mesin piston konvensional pun sebenarnya bukan target yang mudah.

Drone jenis ini umumnya terbang dengan kecepatan 200 hingga 250 km/jam. Jika kru pencegat tidak berada di posisi yang tepat, baterai drone pencegat bisa terkuras habis di tengah jalan sebelum sempat melumpuhkan target.

Selain masalah teknis dan kecepatan, tantangan besar lainnya adalah faktor cuaca. Hujan, kabut, dan awan yang rendah dapat menurunkan kemampuan operator untuk mendeteksi dan melacak target secara visual.

Walaupun saat ini sudah ada drone pencegat yang dilengkapi sistem pemandu otomatis (terminal homing systems), teknologi tersebut tetap kesulitan mengunci sasaran dalam kondisi cuaca buruk.

Ketika Shahed terbang di dalam lapisan awan yang tebal, probabilitas mereka menembus barikade pertahanan udara menjadi sangat tinggi.

Rusia Semakin Masif Kerahkan Drone Jet

Tantangan ini diprediksi akan semakin meningkat. Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, mengatakan, Rusia berencana mendongkrak penggunaan UAV serang bermesin jet dalam serangan udara mereka hingga mencapai porsi 50%.

Data menunjukkan adanya lonjakan drastis. Sejak awal tahun hingga pertengahan Juni 2026, pasukan Rusia tercatat telah meluncurkan sekitar 1.400 drone bermesin jet ke wilayah Ukraina.

Angka ini meningkat sangat tajam dibandingkan sepanjang tahun lalu yang hanya mencatatkan sekitar 180 unit drone jenis serupa. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *