Rusia telah melaksanakan pengujian sishanud S-500 Prometheus

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia telah melaksanakan pengujian sistem pertahanan udara (sishanud) jarak jauh S-500 Prometheus. Pengujian termasuk sistem peluncur, sistem radar, pos komando, dan lainnya.

Hal ini dikatakan Direktur Biro Desain Almaz-Antey untuk Bangunan-Mesin Khusus Vladimir Dobenkov dalam wawancara dengan majalah Pertahanan Nasional di Rusia.

Pada Desember 2019, Airspace Review pernah memberitakan bahwa Rusia akan melaksanakan pengujian awal S-500 pada awal 2020. Produk pertama sistem pertahanan udara ini akan diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Rusia pada 2025.

Hal itu mengacu pada pernyataan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko kepada Sputnik.

“Tahun depan, direncanakan untuk memulai pengujian tahap awal sistem rudal antipesawat S-500, produksi model pertama yang akan diserahkan pada 2025,” ujarnya saat itu.

S-500 Prometey (Prometheus) atau 55R6M Triumfator-M dirancang oleh Almaz-Antey sebagai pelengkap sistem S-400 Triumf yang telah dimiliki oleh Rusia dan diimpor beberapa negara pembeli seperti China, Turki, dan India.

Berbeda dengan S-400 yang telah dijual ke negara lain, untuk saat ini S-500 hanya akan digunakan oleh Rusia. Hal ini dikatakan oleh CEO Rostec Sergei Chemezov beberapa waktu sebelumnya.

Sejumlah sistem perangkat besar menjadi pendukung sistem S-500 Prometey. Di antaranya wahana peluncur 77P6 yang diusung truk BAZ-69096 10X10, Pos Komando 55K6MA dan 85Zh-6 di atas truk BAZ-69092-16 6X6, serta radar manajemen pertempuran 91N6A(M) di atas truk BAZ-6403.01 8X8.

Kemudian ada juga radar akuisisi 96L6-TsP di atas truk BAZ-69096 10×10, radar pengunci multimode 76T6 di atas truk BAZ-6909-022 8X8, serta radar pengunci ABM 77T6 di atas truk BAZ-69096 10X10.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *