Belanda pesan torpedo berat F21 dari Prancis untuk kapal selam baru kelas Orka

Torpedo berat F-21 buatan Naval Group PrancisNaval Group

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine) akan melengkapi kapal selam kelas Orka masa depannya dengan torpedo F21 dari Naval Group Prancis.

F21 adalah torpedo kelas berat yang dikembangkan di bawah program Artémis Prancis untuk menggantikan torpedo model F17. Torpedo baru ini memiliki diameter 53 cm dan bobot 1.500 kg.

Jangkauan tembak F21 mencapai 50 km, meluncur dengan kecepatan hampir 50 knot, knot, dan kemampuan pengoperasian dari kedalaman mulai 10 m hingga 500 m.

Untuk sistem panduannya, selama fase peluncuran dan pertengahan lintasan, F21 menggunakan tautan kabel serat optik yang memungkinkan kapal selam dan torpedo untuk bertukar informasi saat senjata bergerak menuju area target.

Dapat Dipandu di Tengah Perjalanan

Ini berbeda dari torpedo “tembak dan lupakan”, karena sistem tempur kapal selam Orka dapat terus memperbarui gambaran pertempuran, membandingkan data sonar di dalam kapal dengan data sensor torpedo, dan mengarahkan kembali torpedo jika klasifikasi target berubah.

Intinya, torpedo F21 dapat dipandu di tengah perjalanan dan kemudian mencari secara otonom pada fase terminal, yang memberikan kapal selam penembak lebih banyak kendali selama pertempuran.

Torpedo F21 ini mampu beroperasi di lingkungan pesisir yang kompleks, mengenali umpan, menyesuaikan kecepatan, menyerang target jarak jauh, beralih ke target lain selama misi, dan melakukan serangan lain jika upaya pertama gagal.

Empat Kapal Selam Orka Sudah Dipesan

Karakteristiknya tersebut relevan dengan area operasi kapal selam Belanda seperti di wilayah Laut Utara, Laut Norwegia, celah GIUK, rute akses Baltik, dan Atlantik Utara, semuanya memiliki masalah akustik yang berbeda.

Saat ini Koninklijke Marine tengah memesan empat kapal selam canggih baru Orka dari Naval Group Prancis, yang akan mulai beroperasi pada awal tahun 2030-an.

Keempat kapal selam tersebut akan menggantikan kapal selam pemburu-pembunuh Walrus. Dari tiga yang dimiliki, dua diantaranya sudah dipensiunkan pada tahun 2023 lalu. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *