Malaysia akuisisi 18 CAESAR 155 SPH dari Prancis untuk resimen artileri medan baru TDM
Nexter AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Malaysia telah menandatangani kontrak dengan KNDS dan mitra industri lokalnya, Advanced Defence Systems (ADS) di pameran pertahanan Eurosatory 2026, di Paris, untuk pengadaan 18 howitzer swagerak (SPH) CAESAR 155.
Akuisisi ini guna membentuk eselon resimen baru dalam Angkatan Darat Malaysia (TDM), memperkenalkan kemampuan sistem artileri beroda mobilitas tinggi dan kemampuan tembak jarak jauh.
Kontrak tersebut juga menyertakan ketentuan transfer teknologi untuk mendukung perakitan lokal, integrasi, dan pemeliharaan siklus hidup domestik di Malaysia.
Partisipasi industri lokal tersebut melibatkan ADS yang bermarkas di Segamat, Johor, untuk membangun kompetensi pemeliharaan, perbaikan, dan perakitan dalam negeri.
18 Munisi Diabwa dalam Misi Tempur
Persenjataan sistem ini howitzer 155 mm/52 yang dipasang pada truk Arquus Sherpa berpenggerak 6×6, yang diawaki lima kru.
Howitzernya mampu menembakkan munisi 155 standar NATO, total 18 butir dibawa dalam misi tempurnya.
Menggunakan amunisi ERFB Base Bleed jangkauan tembaknya 40 km, sementara amunisi yang dibantu roket memperluas jarak jangkauan hingga 55 km.
Sistem SPH ini dapat memasuki posisi menembak dalam waktu kurang dari 45 detik dan meninggalkannya dalam waktu kurang dari 45 detik.
Cocok dengan Medan Operasi Malaysia
Dikombinasikan dengan kecepatan di jalan raya melebihi 80 km/jam dan jangkauan jelajah 600 km, CAESAR 155 sangat cocok untuk operasi di seluruh Semenanjung Malaysia dan wilayah Malaysia Timur (Serawak dan Sabah).
CAESAR 155 yang memiliki bobot 18 ton ini dapat dipindahkan lewat udara menggunakan pesawat angkut Airbus A400M yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Malaysia (TUDM).
Sebelum mengadopsi CAESAR 155 SPH, Angkatan Darat Malaysia telah menggunakan delapan howitzer tarik (towed) LG1 Mk III 105 mm produksi KNDS yang dirakit di Malaysia oleh ADS. (RBS)
