Kamboja menerima tank Type-59D dari China, ini fitur-fitur unggulannya
NORINCOAIRSPACE REVIEW – Kamboja telah menerima kelompok pertama tank tempur utama Type-59D (Tipe-59D MBT) buatan China dari lebih 100 unit yang dipesan.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Senat Kamboja, Hun Sen, seperti diberitakan The Pnom Penh Post.
Kedatangan tank ini ini, kata Hun Sen, sama sekali tidak berkaitan dengan ketegangan atau bentrokan perbatasan yang baru-baru ini terjadi dengan Thailand.
Ditegaskan bahwa pesanan tank ini telah diajukan bertahun-tahun sebelum konflik perbatasan baru-baru ini pecah.
Tank untuk Pertahanan Diri
Bertindak sebagai Kepala Negara Sementara, Hun Sen menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tempur lapis baja ini sepenuhnya bertujuan untuk pertahanan diri, yang merupakan hak mutlak bagi setiap negara berdaulat.
Ia menyampaikan bahwa jumlah pembelian ini relatif kecil dan tidak berbeda dengan pengadaan militer yang biasa dilakukan oleh negara-negara lain.
Hun Sen juga menambahkan bahwa Kamboja menghormati hak kedaulatan negara tetangga dan tidak pernah mengkritik kebijakan penguatan militer mereka.
Senada dengan hal tersebut, media Thailand melaporkan bahwa Atase Militer China telah mengonfirmasi pengiriman tank ini merupakan bagian dari program bantuan militer jangka panjang.
Pengadaannya sudah direncanakan sejak lama, bukan sebuah eskalasi militer yang mendadak.
“Membangun kapasitas militer dengan cara seperti ini bukanlah ancaman bagi siapa pun; ini adalah bagian dari pertahanan diri,” ujar Hunsen.
“Kami sudah memiliki ratusan tank. Sekitar 30-an unit yang baru tiba, dengan sekitar 90 unit lagi yang sedang dalam perjalanan, bukanlah jumlah yang besar bagi militer Kamboja, terutama karena kami sudah memiliki ratusan [tank] sebelumnya,” lanjutnya.
Baru Tiba, Belum Diuji Coba
Kepala Negara Kamboja menegaskan prinsip perdamaian yang dianut oleh negaranya dalam hubungan internasional.
“Kamboja ingin memperjelas bahwa kami tidak menginvasi siapa pun. Kamboja tidak mengancam siapa pun, baik negara itu kuat maupun lemah. Kamboja tidak memiliki kebiasaan menginvasi negara lain,” tambahnya.
Ditambahkan bahwa satu-satunya momen di mana tentara Kamboja dikirim ke luar negeri adalah dalam rangka misi penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di akhir keterangannya, Hun Sen menyebutkan bahwa kendaraan tempur yang baru datang tersebut bahkan belum diuji coba dan sebagian masih belum dikeluarkan dari kontainer.
Rumor atau laporan yang menyatakan bahwa tank-tank baru tersebut telah dikerahkan ke wilayah perbatasan, tandasnya, adalah tidak benar.
Modernisasi Besar dari Tank Induk Type-59
Type-59D (yang juga dikenal dengan nama industri WZ-120C) merupakan varian modernisasi besar dari tank induk Type-59. Tank Tipe-59 sendiri desainnya diadopsi dari tank Soviet T-54A/T-55.
Dikembangkan pada dekade 1990-an, paket peningkatan ini dirancang untuk mendongkrak kemampuan platform dasar yang sudah usang agar lebih mumpuni dalam pertempuran modern.
Salah satu peningkatan paling signifikan terletak pada bagian persenjataan, di mana meriam ulir (rifled gun) aslinya yang berkaliber 100 mm telah diganti dengan meriam ulir 105 mm yang jauh lebih kuat.
Meriam tersebut juga lengkap dengan kemampuan tambahan untuk meluncurkan rudal antitank berpemandu laser langsung dari larasnya.
Dilengkapi Panel Baja Reaktif ERA
Dari segi perlindungan, Type-59D kini dilengkapi dengan panel baja reaktif (Explosive Reactive Armor/ERA) pada bagian kubah (turet) dan lambung depan guna menahan gempuran proyektil modern.
Sistem pertahanan ini diperkuat lagi dengan pelontar granat asap serta sistem pemadam kebakaran otomatis di dalam kabin.
Sistem Elektronik dan Pembidikan juga Dirobak
Untuk mengatasi kelemahan terbesar pada varian pendahulunya, sistem elektronik dan pembidikan tank ini turut dirombak total.
Perombakan dilakukan melalui integrasi sistem kendali tembak terkomputerisasi (computerized fire-control), perangkat pengelihatan malam pasif yang lebih canggih, serta pembidik pencitraan termal (thermal imaging) untuk mendukung efektivitas tempur siang dan malam.
Seluruh tambahan bobot dari baja proteksi dan perangkat elektronik baru ini kemudian diimbangi dengan pemasangan mesin diesel berpendingin cairan yang telah ditingkatkan menjadi 580 tenaga kuda (horsepower/hp) guna menjaga mobilitasnya di medan perang.
Meskipun militer China kini telah memensiunkan varian asli Type-59 dari lini depan mereka, ribuan unit tank ini masih aktif digunakan dalam inventaris militer di berbagai belahan dunia.
China secara aktif memasarkan paket peningkatan Type-59D ini kepada negara-negara berkembang, termasuk ke Kamboja. (RNS)
