Komando Royal Marines sergap kapal tanker minyak armada bayangan Rusia di Selat Inggris
UK MoD AIRSPACE REVIEW – Pasukan elite Angkatan Laut Inggris, Royal Marine Commandos, melancarkan operasi penyergapan dramatis terhadap sebuah kapal tanker minyak yang diduga bagian dari “armada bayangan” (shadow fleet) Rusia.
Operasi yang berlangsung selama enam jam pada dini hari di Selat Inggris ini menandai pertama kalinya Inggris memimpin langsung penindakan maritim terhadap kapal yang melanggar sanksi internasional tersebut.
Berbendera Palsu Kamerun
Kapal tanker bernama SMYRTOS, yang diketahui berlayar di bawah bendera palsu Kamerun, dicegat saat mencoba melintasi Selat Inggris.
Rekaman video bersumber dari dokumen resmi Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) menunjukkan personel dari 42 Commando (bagian dari Pasukan Komando Inggris) melakukan aksi fast-roping atau turun menggunakan tali dari helikopter militer untuk menguasai kapal tangki minyak tersebut.
Operasi Gabungan Skala Besar
Operasi penyergapan didukung oleh kekuatan militer yang masif dari Angkatan Udara Inggris (RAF) dan Angkatan Laut Inggris (Royal Navy).
Dalam operasi ini dilibatkan sejumlah sistem persenjataan, termasuk helikopter Chinook, Merlin Mk4, dan Wildcat dari Maritime Air Group.
Kemudian ada juga pesawat pengintai maritim RAF P-8 Poseidon dan dua kapal perang Inggris, HMS Sutherland dan HMS Ledbury.
Selain pasukan komando militer, petugas penegak hukum khusus dari Badan Kejahatan Nasional Inggris (National Crime Agency/NCA) juga ikut naik ke atas kapal untuk memeriksa dokumen serta manifestasi muatan.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan operasi ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan otoritas Prancis.
Pukulan Telak Bagi Dana Perang Moskow
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi berani tersebut.
Melalui pernyataan resminya, Starmer menegaskan bahwa aksi ini adalah pesan kuat bagi Kremlin.
“Operasi yang sukses ini memberikan satu lagi pukulan telak bagi Rusia, sekaligus mengingatkan siapa pun yang mendanai perang [Presiden Rusia Vladimir] Putin di Ukraina bahwa mereka tidak akan bisa bersembunyi,” ujarnya.
Menteri Pertahanan Inggris juga menambahkan bahwa armada bayangan Rusia sengaja digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi Barat dan pembatasan harga minyak G7.
Dana hasil penjualan minyak ilegal ini dituduh menjadi sumber utama pembiayaan rudal serta drone yang digunakan Rusia untuk membombardir Ukraina.
Berdasarkan data intelijen pertahanan, Rusia saat ini mengoperasikan lebih dari 700 kapal dalam “armada bayangan” mereka. Armada ini bertanggung jawab mengangkut sekitar 75% minyak Rusia yang terkena sanksi.
Selain masalah politik, kapal-kapal ini umumnya berusia tua (di atas 15 tahun) dan tidak diasuransikan dengan layak, sehingga menimbulkan risiko pencemaran lingkungan yang besar di jalur pelayaran internasional.
Saat ini, kapal tanker SMYRTOS telah diamankan dan ditahan di lepas pantai selatan Inggris di bawah pengawasan ketat, sementara investigasi hukum lebih lanjut oleh pihak berwenang sedang berjalan. (RNS)
