Terungkap, helikopter AH-64 Apache AS jatuh karena hantaman drone Shahed-136 Iran

US Army Boeing AH-64 ApacheUS Army
Helikopter Boeing AH-64 Apache US Army.

AIRSPACE REVIEW – Dua pejabat pemerintahan Amerika Serikat yang tak diungkap namanya memberikan informasi kepada CNN bahwa helikopter AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS (US Army) jatuh di dekat Selat Hormuz karena terkena hantaman drone Shahed-136 Iran.

Namun demikian, informasi tersebut tidak merinci apakah drone Iran tersebut memang sengaja menarget heli Apache atau merupakan insiden yang tidak disengaja.

Sebelumnya pada 9 Juni 2026, pejabat AS yang lain menyatakan bahwa sebuah helikopter serang AH-64 Apache AS ditembak jatuh oleh pasukan Iran.

Pada hari yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa helikopter tersebut jatuh di lepas pantai Oman tanpa menyebutkan penyebabnya.

Bila terkonfirmasi Shahed-136 menghantam jatuh helikopter AH-64, maka ini menandai salah satu kasus pertama dalam sejarah drone kamikaze jarak jauh menjatuhkan helikopter serang.

Dua Kemungkinan yang Terjadi

Menjadi pertanyaan, bagaimana cara Shahed-136 menjatuhkan Apache tersebut?

Analisis mengungkapkan dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, kemungkinan Shahed-136 dipandu oleh operator dan mengarahkannya secara manual ke helikopter.

Kemungkinan kedua adalah heli AH-64E menyerang drone kamikaze Iran tersebut menggunakan kanon otomatis 30 mm atau roket berpemandu APKWS.

Tapi, karena jarak yang terlalu dekat, ledakkan drone menyebabkan kerusakan pada helikopter.

Kemungkinan yang kedua ini pernah terjadi pada Oktober 2022, saat jet tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina memburu drone Shahed-136 Rusia.

Saat itu, MiG-29 menembak drone dengan kanonnya pada jarak yang terlalu dekat, sehingga serpihan/ledakkanya mengenai MiG-29, membuatnya jatuh dan menewaskan sang pilot.

Pilot Dievakuasi Menggunakan USV

Sementara itu, kedua pilot AH-64 Amerika Serikat berhasil selamat setelah heli mendarat darurat di perairan Selat Hormuz.

Keduanya kemudian dijemput dan diselamatkan menggunakan wahana permukaan air nirawak (USV) milik Angkatan Laut AS.

USV tersebut adalah Corsair buatan Saronic Technologies, menandai penggunaan operasional yang penting dari kapal tanpa awak dalam misi pemulihan personel di dunia nyata.

Menurut Komando Pusat AS, kedua prajurit tersebut berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dan dalam kondisi stabil.

Wahana Corsair mengangkut kedua awak Apache ke titik di mana helikopter penyelamat dapat menyelesaikan evakuasi. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. ND Pol berkata:

    waaah…..Iran menang banyak banget…..U$ 40 ribu banding U$ 30 juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *