Dislitbangau meraih penghargaan atas keberhasilan pengembangan bom udara BNT-250 dan BNL-250
Dok. Penlanud Iwj AIRSPACE REVIEW – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau) meraih penghargaan atas keberhasilannya mengembangkan bom karya anak bangsa, yakni Bom Udara High Explosive BNT-250 dan Bom Latih BNL-250.
Penghargaan ini diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Penghargaan diberikan oleh Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan dan Wakil Direktur Utama PT Sari Bahari Putra Egam, di Bandung, Jumat (29/5).
Kedua perusahaan memberikan apresiasi atas kontribusi dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional.
Pengembangan bom udara BNT-250 yang dimulai sejak tahun 2022 telah mencapai tahap uji operasional pada 2025.
Bom tersebut sukses diuji menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3. Hasil dari penilaian uji coba menyebutkan bahwa bom ini memenuhi persyaratan operasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti sinergi antara TNI AU dan industri pertahanan nasional dalam menghasilkan alutsista yang andal, sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian teknologi pertahanan Indonesia.
Sekilas Tentang Bom Udara BNT-250
Bom Udara BNT-250 (Bomb NATO Tajam 250 kg) merupakan salah satu torehan prestasi strategis dalam modernisasi alutsista nasional.
Bom ini lahir dari kolaborasi erat antara Dislitbangau, PT Sari Bahari selaku fabrikator mekanik dan casing, serta PT Dahana melalui pengisian bahan peledak berdaya ledak tinggi (high explosive).
Dirancang dengan karakteristik hambatan udara rendah (low drag) bersertifikasi standar NATO, bom tajam berkemampuan hulu ledak tinggi ini dikembangkan sebagai substitusi lokal yang mandiri untuk menggantikan bom impor sejenis seperti MK-82 yang selama ini diandalkan oleh TNI AU.
Dalam ekosistem latihannya, bom ini juga didampingi oleh varian BNL-250 (Bomb NATO Latih) yang berfungsi mengeluarkan asap penanda target saat menghantam permukaan tanah, sehingga menciptakan efisiensi sekaligus kesinambungan fungsi pengadaan materiil latihan yang utuh.
Fase Uji Coba yang Ketat dan Progresif
Perjalanan pengembangan BNT-250 telah melewati serangkaian fase uji coba yang ketat dan progresif sejak program Litbangmat dimulai pada tahun 2022.
Setelah sukses menuntaskan uji coba pengisian inert atau tanpa bahan peledak pada awal tahun 2025, proyek ini melangkah ke tahap krusial melalui uji coba operasional peledakan langsung (live firing) menggunakan jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang.
Keberhasilan serangkaian uji pelepasan bom dari udara ini kemudian disusul oleh penerbitan Design Approval Type Certificate (TC) dari Puslaik Kemhan kepada PT Dahana, yang secara resmi menyatakan bahwa BNT-250 telah lolos sertifikasi kelaikan udara militer dan siap memasuki fase produksi massal guna memperkuat kemandirian pertahanan udara Indonesia.
Keunggulan Bom BNT-250
Keunggulan utama dari BNT-250 terletak pada fleksibilitas serta kompatibilitas taktisnya yang sangat tinggi karena dirancang mengikuti dimensi internasional yang baku.
Karena menggunakan sistem gantungan (bomb rack) berstandar NATO, bom ini dapat langsung diintegrasikan secara plug-and-play ke berbagai platform jet tempur buatan barat milik TNI AU tanpa memerlukan modifikasi mekanis maupun digital pada sistem weapon delivery pesawat.
Selain mendukung armada F-16, bom buatan dalam negeri ini juga siap dipasang pada pesawat tempur taktis seperti Hawk 109/209 maupun EMB-314 Super Tucano, menjadikannya pilar logistik persenjataan yang andal dalam mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok global di masa depan. (RNS)
