Elbit America dan Anduril berkolaborasi tawarkan Sigma 155 SPH yang battle proven kepada Angkatan Darat AS
Elbit America AIRSPACE REVIEW – Perusahaan Elbit America dan Anduril pada 2 Juni 2026 mengumumkan telah menjalin kerja sama untuk mengikuti kompetisi SPH-M (Self-Propelled Howitzer Modernization) Angkatan Darat AS (US Army).
Pengumuman kolaborasi tersebut datang kurang dari satu bulan sebelum pemberian kontrak oleh US Army yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2026.
Elbit America akan menyediakan sistem howitzer otomatis Sigma 155 mm yang dipasangkan pada truk berpenggerak10X10 milik Oshkosh Defense, serta kemampuan komando & kontrol, C5ISR, otonomi, dan komputasi milik Anduril.
Program US Army Sejak 1990-an
Proyek SPH-M merupakan upaya besar keempat US Army sejak tahun 1990-an untuk menggantikan atau melengkap sistem howitzer swagerak (SPH) beroda rantai M109 setelah pembatalan XM2001 Crusader pada tahun 2002, Non-Line-of-Sight Cannon pada tahun 2009, dan Extended Range Cannon Artillery (ERCA) pada April 2024.
Tidak seperti sebelumnya, kompetisi saat ini berfokus pada howitzer beroda ban yang sudah ada di pasaran internasional. Upaya ini ini menekan biaya pengembangan dan mempercepat proses produksinya.
Salah satu persyaratan US Army dalam proyek SPH-M ini adalah sistem harus memiliki jangkauan tembak antara 50 km hingga 70 km sambil mempertahankan kompatibilitas dengan persediaan amunisi 155 mm yang ada di gudang senjata US Army.
Persyaratan lainnya termasuk sistem otomatisisai tinggi sehingga mengurangi jumlah awak yang dibutuhkan menjadi tiga kru saja.
Persaingan Ketat, Diikuti Tujuh Kontestan
Elbit America sendiri merupakan salah satu tim industri dari tujuh kontestan yang dipilih oleh US Army pada Oktober 2025.
Sigma 155 ini sebelumnya sudah digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejak Desember 2025 yang dikenal sebagai Ro’em, dan telah melakukan misi tempur pertamanya di Lebanon selatan pada April 2026.
Sistem ini menawarkan howitzer 155 mm/L52 yang dipasang pada turret otomatis sepenuhnya dan mampu berputar 360 derajat, memungkinkan perubahan besar dalam arah tembakan tanpa memposisikan ulang kendaraan.
Dalam misi tempurnya, kendaraan membawa 40 amunisi dan mampu mempertahankan laju tembakan delapan munisi per menit.
Salah satu fitur unggulan Sigma 155 adalah mendukung misi Multiple Round Simultaneous Impact (MRSI), memungkinkan beberapa proyektil ditembakkan pada lintasan berbeda untuk sampai ke sasaran pada waktu yang hampir bersamaan.
Dalam proyek SPH-M ini Tim Elbit America/Anduril bersaing dengan Hanwha Defense USA yang menawarkan K9 tipe beroda ban, Rheinmetall dengan RCH-155, serta KNDS dan Leonardo DRS yang menawarkan CAESAR 155
Ada juga BAE Systems yang menjagokan Archer 155, General Dynamics Land Systems yang menawarkan SPH-M 10×10, dan sistem Morana 155 mm dari Excalibur Army. (RBS)
