Dari kuno jadi modern, Ukrania perbarui BRDM-2 era Soviet sebagai wahana intai dan antidrone
Defense Express AIRSPACE REVIEW – Perusahaan Ukraina ArmSpetsTechnology memodernisasi kendaraan lapis baja BRDM-2 era Uni Soviet menjadi kendaraan intai dan antidrone modern untuk digunakan dalam perang melawan Rusia,
Disebut sebagai BRDM-2M, kendaraan yang diperbarui ini dipresentasikan dalam Demo Day “Defence Builder Accelerator” pada awal Juni 2026 di Kyiv.
Tampilan baru yang mencolok dari BRDM-2M adalah pemasangan 12 jendela pengintai antipeluru dan kamera 360 derajat, menggantikan dua jendela periskop pada versi aslinya.
Untuk perlindungan tambahan, panel lambung luar diperkuat dengan pelindung lapis baja kelas PSZA-4 yang lebih kuat dibandingkan dengan PSZA-2 di sisi dan PSZA-3 di bagian depan pada versi aslinya.
Selain itu, BRDM-2M telah mendapatkan mesin diesel baru kapasitas 3.000 cc dengan daya 300 hp, yang dipadukan dengan transmisi otomatis ZF 8-HP 8-percepatan.
Hasilnya, kendaraan dapat mencapai kecepatan maksimum 110 km/jam dengan jangkauan hingga 1.000 km berkat tangki bahan bakar baru kapasitas 280 liter solar.
Bobot Lebih Ringan
Bobot kendaraan menjadi sekitar 6,2-6,3 ton, yang berarti 700-800 kg lebih ringan dari berat aslinya.
Hal ini akibat penggunaan beberapa perangkat modern yang lebih ringan serta menghilangkan roda tambahan dan sistem penyemprotan air bawaan.
Selanjutnya, jaringan internal sepenuhnya disesuaikan untuk memberi daya pada sistem kendali jarak jauh dan modul tempur yang dinamai MBU-1, dapat dikendalikan baik dari dalam kendaraan maupun dari jarak jauh.
Untuk persenjataannya, BRDM-2M dilengkapi dengan senapan mesin Browning 12,7 mm dengan jangkauan tembak 1,5 km. Terdapat pula perangkat pengukur jarak hingga 3 km, serta kamera termal dan kamera siang/malam.
Untuk mengoperasikan kendaraan dibutuhkan dua orang kru (pengemudi dan komandan yang merangkap sebagai juru senjata). Kendaraan juga dapat menampung enam prajurit bersenjata.
Selain menjalankan misi pengintaian, BRDM-2M dirancang juga untuk melawan drone kamikaze, khususnya drone FPV. Untuk itu kendaraan dibekali sistem jaring antidrone disebut sebagai KAZ.
Terdapat 32 peluncur antidrone yang ditempatkan di sekeliling atap kendaraan, untuk memberikan perlindungan menyeluruh.
Untuk saat ini deteksi ancaman drone dilakukan menggunakan blok kamera. Namun, pengembang mengatakan bahwa di masa mendatang, metode deteksi lain mungkin akan diintegrasikan. (RBS)
