Pangkalan Armada Baltik Rusia jebol, drone jarak jauh Ukraina bakar korvet rudal di Kronstadt
AFU AIRSPACE REVIEW – Pangkalan Angkatan Laut Rusia yang selama ini dianggap aman dan berada jauh di luar jangkauan konflik, resmi kebobolan.
Dalam sebuah operasi udara yang dramatis, kawanan drone jarak jauh Ukraina berhasil menjebol sistem pertahanan udara Rusia dan menghantam fasilitas utama Armada Baltik di Kronstadt, dekat St. Petersburg pada Rabu dini hari (3/6/2026).
Serangan lintas batas ini menandai babak baru dalam perang spesialisasi drone Ukraina.
Jarak pangkalan Kronstadt diperkirakan mencapai 680 mil (sekitar 1.100 km) dari perbatasan terdekat Ukraina, menjadikannya salah satu serangan laut terdalam yang pernah dilancarkan Kyiv.
Korvet Rudal Boikiy Terbakar di Dok Kering
Menurut laporan resmi dari Brigade Sistem Penerbangan Serangan Tanpa Awak Terpisah ke-414 Ukraina, target utama yang berhasil dilumpuhkan adalah korvet kelas Steregushchiy, yakni Boikiy (Project 20380).
Kapal perang canggih pembawa senjata rudal berpemandu tersebut dilaporkan terbakar hebat.
Saat serangan terjadi, Boikiy sedang berada di dalam dok kering Veleshchynskyi untuk menjalani perawatan rutin sejak Februari lalu.
Posisi kapal yang statis di dalam dok membuatnya menjadi sasaran empuk bagi drone-drone presisi Ukraina.
Rekaman video yang dirilis oleh pihak Ukraina memperlihatkan kobaran api yang melalap bagian kapal dari berbagai sudut pandang.
Bagi Rusia, hilangnya fungsi kapal ini merupakan pukulan telak. Korvet Boikiy selama ini memiliki peran strategis untuk mengawal kapal-kapal tanker dari “armada bayangan” (shadow fleet) yang digunakan Moskow untuk mengekspor minyak yang dijatuhi sanksi oleh Barat melalui Laut Baltik.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengomentari keberhasilan serangan pasukannya tersebut dengan mengucapkan terima kasih.
“Sanksi jarak jauh kami yang dijalankan oleh para prajurit Ukraina telah membuahkan hasil yang baik. Fasilitas penting di wilayah Rusia berhasil dihantam, termasuk terminal minyak St. Petersburg dan pangkalan Kronstadt. Saya berterima kasih kepada para pejuang kami atas akurasinya,” tulis Zelensky melalui media sosialnya.
Serangan Jelang Forum Ekonomi Internasional
Operasi udara Ukraina tidak berhenti di pangkalan militer Kronstadt. Beberapa drone jarak jauh lainnya juga dilaporkan berhasil menghantam fasilitas penyimpanan minyak di St. Petersburg.
Ledakan keras terdengar bertubi-tubi, disusul kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari terminal minyak tersebut —salah satu hub ekspor energi terbesar milik Rusia di pesisir Laut Baltik.
Serangan ini memberikan dampak psikologis dan logistik yang masif karena terjadi hanya beberapa jam sebelum pembukaan Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2026.
Acara tahunan bergengsi ini merupakan forum pameran kekuatan ekonomi Rusia kepada investor asing, di mana Presiden Vladimir Putin dijadwalkan memberikan pidato utama.
Akibat serangan drone tersebut, operasional bandara St. Petersburg sempat ditutup total demi alasan keamanan, dan para tamu internasional disambut oleh pemandangan langit yang diselimuti asap hitam.
Pesan Strategis Ukraina
Meskipun Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, mencoba meredam kepanikan dengan hanya mengonfirmasi adanya “insiden” di distrik Kirovsky dan Krasnoselsky, jebolnya pangkalan Kronstadt tidak bisa ditutupi.
Para pengamat militer menilai suksesnya serangan ini mengirimkan pesan strategis yang mengerikan bagi Kremlin.
Jika selama ini Ukraina fokus melumpuhkan Armada Laut Hitam di Krimea, keberhasilan menembus pangkalan historis Kronstadt membuktikan bahwa Ukraina kini mampu membuka front baru di utara.
Dengan jebolnya pertahanan Armada Baltik, Ukraina membuktikan bahwa aset militer berharga maupun infrastruktur ekspor energi Rusia tidak lagi aman, bahkan ketika berada seribu kilometer jauhnya dari garis depan pertempuran. (ON)
