Keterlambatan upgrade F-35 dorong USAF lipatgandakan pengadaan jet tempur F-15EX
USAF AIRSPACE REVIEW – Penundaan berulang pada program peningkatan (upgrade) jet tempur siluman F-35 Lightning II menjadi faktor utama yang mendorong Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk melipatgandakan rencana pengadaan jet tempur F-15EX Eagle II buatan Boeing.
Dalam proposal anggaran fiskal 2027, total target armada F-15EX melonjak drastis dari rencana sebelumnya sebanyak 129 unit menjadi 267 unit.
Wakil Kepala Staf untuk Rencana dan Program USAF, Letjen David Tabor, menjelaskan bahwa keterlambatan pengembangan pada Technology Refresh 3 (TR-3) dan peningkatan Block 4 pada F-35 telah menciptakan celah kesiapan tempur. Kondisi ini memaksa militer AS untuk mencari alternatif guna mempertahankan kapasitas armada udaranya.
“Ketika kami menghadapi beberapa perlambatan dalam pengiriman F-35 akibat masalah peningkatan TR-3 dan Block 4 yang telah dibahas sebelumnya, menjadi jelas bagi kami bahwa kami membutuhkan kapasitas jet tempur lain,” ujarnya dalam dengar pendapat di hadapan Subkomite Udara-Darat Senat Angkatan Bersenjata AS.
Meski demikian, ia menekankan bahwa demi memiliki portofolio tempur yang seimbang, militer tetap membutuhkan kombinasi antara F-15EX dan F-35A.
Kedua jet tempur ini memiliki karakteristik yang saling melengkapi, terutama dalam hal kapasitas membawa senjata (payload) serta kemampuan taktis yang berbeda untuk merespons potensi konflik di teater Pasifik.
Lini produksi F-15EX sendiri saat ini sudah berjalan aktif. Menurut Tabor, kelancaran produksi ini memberikan peluang ideal bagi USAF untuk segera memodernisasi kekuatannya dengan mengganti jet tempur F-15E Strike Eagle yang sudah tua.
Sebagai catatan, sejarah rencana pembelian F-15EX oleh USAF terus mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun 2020, rencana awal pembelian adalah hingga 144 unit saat kontrak pertama diberikan kepada Boeing.
Dua tahun kemudian, pada 2022, target dipangkas menjadi hanya 80 unit karena keterbatasan anggaran.
Tahun 2023-2025, target dinaikkan bertahap menjadi 104 unit, lalu bergeser lagi ke angka 129 unit.
Kemudian di tahun 2026 (Proposal Anggaran 2027), target akuisisi dilonjakkan lagi secara masif menjadi 267 unit.
Percepatan Pensiun Armada Lama
Keputusan untuk menambah hingga 138 unit jet tempur F-15EX tambahan ini tidak hanya mengisi kekosongan akibat penundaan F-35, melainkan juga mempercepat langkah USAF dalam memensiunkan jet tempur lawas mereka.
Selain menggantikan model F-15C dan D yang sudah terbang sejak dekade 1980-an serta pesawat serang darat A-10, armada baru F-15EX ini nantinya akan digunakan untuk menggantikan sebagian besar dari 216 unit F-15E Strike Eagle yang saat ini masih aktif beroperasi.
Dalam pengajuan anggaran tahun 2027, USAF berencana membeli total 62 jet tempur baru, yang terdiri dari 38 unit F-35A dan 24 unit F-15EX.
Angka ini menunjukkan pergeseran prioritas jangka pendek demi menjaga stabilitas dan jumlah armada di tengah tantangan teknis jet generasi kelima mereka. (RF)
