Pabrik drone intai Israel rusak dihantam rudal Iran, jalur produksi terganggu

Pabrik drone Sentinel Israel hancur oleh rudal IranAero-Sentinel

AIRSPACE REVIEW – Serangan rudal balistik Iran berhasil menghantam sebuah fasilitas pabrik drone Aero-Sentinel di Petach Tikva, Israel, pada Kamis malam (2/4) dengan kerusakan cukup parah.

Fasilitas tersebut terletak tidak jauh dari titik tumbukan rudal yang diperkirakan seberat seberat 400 kg. Namun, perusahaan menyatakan telah menyelamatkan aset-aset penting yang ada.

Aero-Sentinel mengatakan pihaknya akan berupaya memulihkan kemampuan jalur produksinya secepat mungkin.

Aero-Sentinel didirikan 21 tahun yang lalu dan mengkhususkan diri dalam sistem drone jarak pendek dan menengah untuk misi keamanan perbatasan, serta operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).

Drone buatan Aero-Sentinel adalah tipe Quad-Rotor, seperti G1, G2 dan G3, telah banyak digunakan oleh pasukan keamanan Israel di seluruh wilayah, khususnya seperti Lebanon dan Iran saat ini.

Model G1 memiliki berat 1,6 kg, dapat beroperasi dari suhu minus 10 derajat hingga 50 derajat Celcius. Terbang dengan kecepatan 65 km/jam. Jangkauan operasi antara 3-5;km atau 40 menit di udara.

Sedangkan Model G2 memiliki berat 4 kg, terbang hingga kecepatan 75:km/jam, dengan jangkauan operasi hingga 10 km atau enduran 80 menit.

Versi terbesar G3 memiliki berat 11 kg dengan muatan 3 kg, kecepatan maksimumnya 65 km/jam. Jangkauan operasinya sekitar lebih dari 10 km atau mengudara selama 90 menit. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *