Pelarian di jantung musuh: Penyelamatan WSO F-15E USAF berpangkat kolonel di Iran

Pasukan AS berhasail menyelamatkan Pilot dan WSO F-15E yang ditembak jatuh di IranVia X

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Amerika Serikat berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang operator senjata, Weapon Systems Office (WSO) jet tempur F-15E Stirke Eagle Angkatan Udara AS (USAF) yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran pada 3 April lalu.

Sang WSO yang berpangkat kolonel itu, berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Tempur (CSAR) AS pada Minggu, 5 April, setelah 48 jam bersembunyi di antara formasi batuan dan celah-celah di pegunungan Zagros yang terjal.

Seperti diberitakan, sebuah F-15E Strike Eagle USAF ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran di wilayah pegunungan di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Iran barat daya.

Pencarian dan bentrokan intens dilaporkan terjadi di dekat kota Dehdasht, yang berjarak sekitar 48–50 km dari garis pantai Teluk Persia.

Jet tempur garis depan F-15E dari Wing Tempur ke-48 USAF di Eropa tersebut diawaki oleh dua orang. Pilot yang duduk di kursi depan pesawat, berhasil dievakuasi tak lama setelah jatuh pada hari Jumat.

Namun, awak kedua, WSO, yang duduk di kursi belakang, sempat dinyatakan hilang.

Baik AS maupun Iran, berlomba untuk secepatnya menemukan WSO tersebut. Bahkan, Teheran, menurut beberapa sumber, sampai menggelar sayembara berhadiah uang bagi siapa saja yang dapat menemukan dan menyerahkan WSO F-15E itu dalam keadaan hidup.

Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social mengumumkan keberhasilan pasukannya membawa pulang sang kolonel.

Trump mengumbar keberhasilan tersebut dengan mengatakan sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah AS.

“Operasi Pencarian dan Penyelamatan yang luar biasa ini merupakan tambahan dari penyelamatan pilot pemberani lainnya yang berhasil kemarin, yang tidak kami konfirmasi, karena kami tidak ingin membahayakan operasi penyelamatan kedua kami,” tulis Trump.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer bahwa dua pilot AS diselamatkan, secara terpisah, jauh di wilayah musuh,” tambahnya.

Trump memuji keberhasilan operasi tersebut, dengan mengatakan bahwa operasi ini membuktikan superioritas udara militer AS di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Ia menandaskan bahwa pasukan AS tidak akan meninggalkan rekannya di medan tempur.

“KITA TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN SEORANG PEJUANG AMERIKA! Fakta bahwa kita mampu melakukan kedua operasi ini, tanpa SATU pun warga Amerika yang tewas, atau bahkan terluka, sekali lagi membuktikan bahwa kita telah mencapai Dominasi dan Superioritas Udara yang luar biasa di langit Iran,” tulis Trump.

Trump menegaskan momen tersebut sebagai momen yang harus dirayakan oleh seluruh warga Amerika.

“Ini adalah momen yang seharusnya dibanggakan dan dipersatukan oleh SEMUA warga Amerika, Republikan, Demokrat, dan semua orang lainnya. Kita benar-benar memiliki Militer terbaik, paling profesional, dan paling mematikan dalam Sejarah Dunia. TUHAN MEMBERKATI AMERIKA, TUHAN MEMBERKATI PASUKAN KITA, DAN SELAMAT PASKAH UNTUK SEMUA!”

Sementara itu, media melaporkan, kolonel yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan mengalami luka-luka namun dalam kondisi stabil dan telah diterbangkan ke Kuwait untuk perawatan medis.

Fakta menarik dari berbagai sumber menyebutkan, operasi penyelamatan WSO melibatkan puluhan pesawat, termasuk jet tempur sebagai pelindung udara dan helikopter penyelamat, serta ratusan personel pasukan khusus termasuk US NAvy SEAL Team Six.

Dalam proses penyelamantan ini, sebuah pesawat A-10 Warthog yang memberikan bantuan dalam operasi awal dilaporkan terkena tembakan darat Iran.

Pilot A-10 berhasil menerbangkan pesawatnya yang rusak keluar dari ruang udara Iran dan kabur ke wilayah udara Kuwait sebelum akhirnya melakukan eject serta diselamatkan pasukan AS di zona yang aman.

Laporan juga menyebutkan bahwa CIA menjalankan “kampanye disinformasi” untuk mengecoh pasukan Iran. CIA menyebarkan berita palsu bahwa pilot tersebut sudah ditemukan di lokasi lain, guna memberikan waktu bagi tim penolong yang asli untuk mencapai lokasi koordinat yang sebenarnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sempat mengklaim telah menembak jatuh salah satu pesawat penyelamat AS, namun Trump menegaskan bahwa seluruh personel AS yang terlibat dalam misi ekstraksi tersebut telah kembali dengan selamat tanpa ada korban jiwa di pihak Amerika.

Pascapenyelamatan WSO F-15E, dilaporkan dua pesawat angkut yang akan membawa pasukan komando dan pilot ke tempat aman terjebak di pangkalan terpencil di Iran.

Para komandan memutuskan untuk menerbangkan tiga pesawat baru untuk mengevakuasi seluruh personel militer AS dan pilot tersebut, dan mereka meledakkan dua pesawat yang rusak daripada membiarkannya jatuh ke tangan pasukan IRGC. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *