Proyek P1118: Norwegia bangun 28 kapal modular untuk perkuat Angkatan Laut dan Penjaga Pantai

P1118Kongsberg

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Norwegia resmi meluncurkan Proyek P1118 dengan menggandeng Kongsberg Defence & Aerospace dan Salt Ship Design.

Kolaborasi ini bertujuan untuk merancang dan membangun generasi baru kapal serbaguna yang akan memperkuat Angkatan Laut serta Penjaga Pantai Norwegia.

Diumumkan pada 30 Maret 2026, proyek ambisius ini mencakup pembangunan total 28 kapal modular.

Target pengiriman perdana dijadwalkan mulai tahun 2030, menandai modernisasi besar-besaran armada maritim negara Skandinavia tersebut.

Konsep utama Proyek P1118 adalah standardisasi lambung kapal dan sistem bersama (common systems).

Dengan pendekatan muatan modular, kapal-kapal ini dapat dengan cepat dikonfigurasi untuk berbagai misi, mulai dari patroli rutin, pengawasan wilayah, hingga operasi peperangan antiranjau (MCM).

Berdasarkan spesifikasi teknis, armada ini akan dibangun dalam dua ukuran lambung berbeda yang terbagi menjadi empat varian.

Platform pelayaran samudra (ocean-going) memiliki panjang sekitar 90 meter dengan kapasitas 35-45 awak, sementara platform pesisir (coastal) berukuran 55 meter dengan kapasitas 23-33 awak.

Kedua jenis kapal dirancang untuk performa tinggi dengan kecepatan maksimum antara 18 hingga 20 knot.

Dari sisi distribusi armada, Angkatan Laut akan menerima empat kapal samudra dan 12 kapal pesisir, sedangkan Penjaga Pantai dialokasikan masing-masing enam unit untuk kedua tipe tersebut.

Keunggulan utama desain modular ini terletak pada ruang misi yang kompatibel dengan standar kontainer. Hal ini memungkinkan kapal membawa perlengkapan operasi masa damai dengan jejak radar (radar cross-section) yang rendah, namun tetap fleksibel untuk penambahan modul tempur di masa depan.

Ke depannya, kapal-kapal ini akan diintegrasikan dengan rangkaian sensor mutakhir, kendaraan tanpa awak (UxV), serta sistem persenjataan modular.

Fleksibilitas ini menjamin armada P1118 tetap relevan menghadapi dinamika ancaman dan kebutuhan operasi maritim yang terus berkembang. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *