Produksi pertama rudal ICBM RS-28 Sarmat akan masuk dinas tahun depan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Seri produksi pertama rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat akan masuk dinas di Angkatan Bersenjata Rusia tahun depan. Sarmat akan menggantikan rudal ICBM R-36 Voevoda buatan Uni Soviet.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko hari Senin mengatakan, Pasukan Rudal Strategis Rusia akan mulai menerima rudal Sarmat tahun 2021.

Ia menuliskan hal itu dalam artikel yang dipublikasikan pada majalah Radio-Electronic Technology edisi Januari yang diterbitkan oleh KRET Group.

Seperti diberitakan TASS, rudal yang sangat sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara maju ini dapat menjangkau jarak hingga 18.000 km.

Dari sisi ukuran, RS-28 Sarmat termasuk rudal superjumbo dengan bobot mencapai 208,1 ton serta muatan hulu ledak seberat 10 ton.

Uji luncur pertama RS-28 Sarmat dilaksanakan pada Desember 2017 di Plesetsk Cosmodrome. Rudal meluncur puluhan kilometer sebelum akhirnya jatuh di wilayah pengujiannya.

Pada 30 Maret 2018, Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan video uji peluncuran kedua di kosmodrom yang sama.

Kemudian pada Desember 2019 dalam penyelenggaraan pameran persenjataan modern di Pusat Manajemen Pertahanan Nasional disebutkan, RS-28 Sarmat mampu terbang menejelajah di ketinggian 35.000 km.

Interfax memberitakan, pengujian akhir rudal ICBM Sarmat akan dilaksanakan pada 2021.

Roni Sontani

One Reply to “Produksi pertama rudal ICBM RS-28 Sarmat akan masuk dinas tahun depan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *