USMC gandeng GDLS dan Textron untuk pengembangan prototipe ARV tahap kedua

ARVGDLS

AIRSPACE REVIEW – Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) resmi memberikan kontrak fase kedua kepada General Dynamics Land Systems (GDLS) dan Textron Systems Corporation untuk pengembangan prototipe Advanced Reconnaissance Vehicle (ARV).

Kontrak ini menandai langkah krusial dalam persiapan kendaraan pra-produksi yang akan hadir dalam berbagai varian misi.

Program ARV dirancang sebagai lompatan teknologi untuk menggantikan armada Light Armored Vehicle (LAV) yang sudah menua.

Fokus utamanya adalah memperkuat Batalion Pengintai Bergerak dengan platform yang memiliki keunggulan pada aspek mobilitas, penginderaan jauh, integrasi jaringan, serta daya pukul yang lebih mematikan.

Berbeda dengan kendaraan tempur berat, platform ARV mengutamakan kecepatan dan kemudahan pengerahan (deployability).

Secara dimensi, keluarga ARV akan tampil lebih ringkas dan ringan dibandingkan panser ACV-30, namun tetap membawa teknologi mutakhir di kelasnya.

Salah satu varian krusial dalam proyek ini adalah ARV-30, yang diplot menggantikan peran LAV-25 sebagai ujung tombak dukungan tembakan.

Varian ini akan dipersenjatai kanon otomatis kaliber 30 mm berkemampuan antilapis baja, sistem komando-kendali (C2) terbaru, serta rangkaian sensor yang jauh lebih superior dibanding pendahulunya.

Selain varian tempur, USMC juga mengembangkan ARV-C4UAS yang berfungsi sebagai pusat komando dan sensor bergerak.

Model ini bertugas mengoordinasikan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan menghubungkan sistem berawak maupun tanpa awak (UAS) secara real-time.

Ada pula varian logistik ARV-LOG untuk mendukung keberlanjutan operasi di lapangan.

Program ARV bukan sekadar penggantian unit, melainkan pergeseran konsep operasi.

Kendaraan ini akan menjadi pusat kendali bagi tim tempur yang lebih luas, mencakup sistem robotik, platform otonom, serta dukungan kecerdasan buatan (AI).

USMC menargetkan pengiriman prototipe kedua pada kuartal keempat tahun fiskal 2028 untuk uji coba, sebelum masuk ke keputusan produksi pada awal tahun fiskal 2031. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *