Rumania mengizinkan pangkalannya untuk mendukung Operasi Epic Fury AS, target serangan Iran berikutnya?
RoAF AIRSPACE REVIEW – Dewan Pertahanan Nasional Tertinggi Rumania telah menyetujui permintaan AS untuk menempatkan sementara pesawat, peralatan, dan personel militer Amerika di wilayah Rumania, guna mendukung Operasi Epic Fury melawan Iran di Timur Tengah. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Rumania Nicușor Dan.
Menurut Bloomberg, Parlemen Rumania juga memberikan suara mendukung penempatan pasukan dan peralatan AS di Pangkalan Udara Mihail Kogălniceanu untuk mendukung operasi terkait Iran.
Namun demikian, Presiden Rumania menekankan bahwa peralatan yang direncanakan Amerika Serikat untuk dikerahkan di Rumania akan memiliki peran defensif eksklusif.
Secara khusus, pengerahan tersebut melibatkan pesawat pengisian bahan bakar udara. Menurut laporan tersebut, paket tersebut dapat mencakup beberapa pesawat dan hingga 500 personel militer AS.
“Saya tekankan bahwa peralatan yang akan dikirim Amerika Serikat ke Rumania bersifat defensif dan tidak dilengkapi dengan senjata sebenarnya,” ujar Dan.
Hal ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa khawatir Iran dapat melakukan serangan jarak jauh tanpa pandang bulu jika suatu negara membantu Amerika Serikat dalam operasinya yang bertujuan untuk menghancurkan rezim di Iran, analis menyoroti.
Analisis sebelumnya memperkirakan sejumlah negara Eropa yang berpotensi menghadapi risiko jika Iran memutuskan untuk melakukan tindakan balasan.
Dalam skenario seperti itu, hampir setengah wilayah Rumania dapat berada dalam jangkauan rudal balistik Iran, sementara seluruh negara dapat terancam oleh serangan rudal jelajah Iran.
Airspace Review mencatat, jarak antara wilayah barat Iran ke pangkalan udara utama di Rumania, seperti Pangkalan Udara Mihail Kogălniceanu atau fasilitas pertahanan rudal di Deveselu, adalah sekitar 2.000 hingga 2.300 kilometer.
Secara teori, sejumlah rudal balistik Iran dapat menjangkau lokasi tersebut. Rudal balistik Khorramshahr, misalnya, memiliki jangkauan resmi sekitar 2.000 km, namun para ahli militer menyebutkan bahwa jika bobot hulu ledaknya dikurangi, jangkauannya bisa meluas hingga 3.000 km.
Kemudian rudal Sejjil, rudal berbahan bakar padat ini memiliki jangkauan operasional sekitar 2.000 km.
Rudal lainnya adalah Ghadr dan Emad. Rudal varian Shahab-3 ini telah ditingkatkan jangkauannya hingga mendekati 1.700–2.000 km.
Lalu ada rudal jelajah Soumar, yang memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 3.000 km. Secara teori rudal ini dapat menjangkau wilayah di Eropa Timur.
Dengan latar belakang ini, tidak mengherankan jika para pejabat Rumania menekankan bahwa tidak ada senjata ofensif terkait Operasi Epic Fury yang akan dikerahkan di negara tersebut.
Sebagai contoh, awal bulan ini Spanyol menolak mengizinkan pasukan AS untuk menggunakan dua pangkalan militer gabungan di wilayahnya yang akan digunakan AS dalam menjalankan kampanye militer terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menegaskan bahwa pangkalannya tidak akan digunakan untuk apa pun di luar kesepakatan dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Atas sikap Spanyol, Presiden AS Donald Trump geram, dan memerintahkan Menteri Keuangan AS untuk menghentikan semua transaksi perdagangan dengan Spanyol. (RNS)
