Pecah telur! Jet tempur siluman F-35 Israel meraih kemenangan udara ke udara pertamanya terhadap pesawat berawak di dunia: Menembak jatuh Yak-130 Iran
IAF, IRIAF AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat tempur siluman F-35I Adir Israel telah menembak jatuh sebuah pesawat Yak-130 Iran di atas Teheran. Penembakan ini menandai kemenangan udara ke udara pertama yang dikonfirmasi oleh jet generasi kelima tersebut selama Operation Lion’s Roar.
Angkatan Pertahanan Israel (IDF) memastikan jet Yak-130 yang ditembak F-35I adalah milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF).
“Sebuah jet tempur Adir (F-35I) Angkatan Udara Israel menembak jatuh sebuah pesawat tempur Iran (YAK-130) di atas langit Teheran beberapa saat yang lalu,” kata IDF dalam sebuah pernyataannya.
“Ini adalah penembakan jatuh jet tempur berawak pertama di dunia oleh F-35.”
Para pejabat Israel mengatakan operasi tersebut melibatkan aktivitas udara dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut angka yang dirilis oleh IDF, lebih dari 200 pesawat tempur telah berpartisipasi dalam operasi tersebut, melakukan sekitar 700 sorti pada fase pertama kampanye.
Dalam waktu 24 jam, IAF mengklaim telah membangun superioritas udara di atas Teheran.
Militer juga melaporkan bahwa lebih dari 50 kendaraan udara tak berawak (drone) Iran yang diluncurkan ke arah Israel telah dicegat.
Selama periode yang sama, pesawat Israel dilaporkan menyerang ratusan target di Iran dan Lebanon, termasuk infrastruktur rudal balistik dan sistem pertahanan udara.
Para pejabat Israel mengatakan serangan tersebut telah menetralisir sekitar 300 peluncur rudal Iran.
Penembakan Udara ke Udara Pertama Israel dalam Hampir 40 tahun
Penembakan jatuh pesawat Yak-130 Iran buatan Rusia sekaligus menandai pertama kalinya dalam sekitar empat dekade IAF terlibat dan menghancurkan pesawat musuh berawak dalam pertempuran udara.
Pertempuran terakhir semacam itu terjadi pada 24 November 1985, ketika pesawat tempur F-15 Israel menembak jatuh dua pesawat MiG-23 Suriah di atas Lebanonl.
Pengamat menilai insiden terbaru ini merupakan tonggak teknologi dan sejarah bagi pesawat tempur siluman tersebut.
Jet tempur F-35 yang mulai beroperasi pada tahun 2015 telah digunakan dalam dalam misi serangan, tetapi hingga saat ini, belum pernah mencatat penembakan udara ke udara yang terkonfirmasi terhadap pesawat berawak lainnya.
Yak-130 Iran yang ditembak F-35I adalah pesawat latih jet canggih rancangan Rusia yang juga dapat dikonfigurasi sebagai pesawat serang ringan.
Yak-130 pertama kali diproduksi pada tahun 1990-an dan umumnya digunakan untuk melatih pilot yang beralih ke pesawat tempur yang lebih canggih, termasuk pesawat tempur siluman Su-57 Rusia.
Pesawat ini juga dapat membawa senjata ringan dan melakukan misi dukungan udara jarak dekat.
Sementara F-35I Adir adalah varian jet F-35A dengan yang telah mendapatkan integrasi sistem komando dan kontrol serta sistem penggabungan data yang dikembangkan secara lokal oleh Israel.
Pesawat ini dapat berbagi informasi penargetan dan intelijen secara real-time dengan pesawat Israel lainnya dan jaringan darat.
Israel pertama kali menggunakan F-35 dalam pertempuran pada tahun 2018, ketika pesawat tersebut digunakan dalam serangan terhadap target di Suriah.
Angkatan Udara Israel saat ini mengoperasikan sekitar 48 pesawat F-35I. Jet tempur generasi kelima buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat ini pertama kali beroperasi dengan IAF pada Desember 2017. (RNS)
