Timur Tengah semakin tidak stabil, Prancis kirim kapal induk Charles de Gaulle dan gugus tempurnya ke Mediterania

Charles de GaulleIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan telah memerintahkan pengerahan kapal induk Charles de Gaulle beserta aset udara dan gugus tugasnya, termasuk kapal fregat pengawalnya, ke Mediterania.

France24 pada 3 Maret malaporkan, langkah ini diambil Macron karena situasi di kawasan tersebut yang semakin tidak stabil, akibat konflik antara AS-Israel dengan Iran.

“Menghadapi situasi yang tidak stabil ini dan ketidakpastian di hari-hari mendatang, saya telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar ke Mediterania,” kata Macron.

Pengerahan kapal induk ke Mediterania dilakukan setelah insiden baru-baru ini di mana drone yang disinyalir berasal dari kapal Rusia terbang mendekat ke Charles de Gaulle saat berlabuh di Malmö, Swedia.

Menurut Kementerian Pertahanan Swedia, sebuah drone Rusia mencoba memata-matai kapal induk Prancis setelah diluncurkan dari kapal mata-mata Armada Baltik, Zhigulevsk.

Sebuah kapal patroli Swedia telah melacak kapal Rusia tersebut dan mendokumentasikan momen peluncuran yang tepat, memungkinkan pasukan Swedia untuk sepenuhnya menetralisir drone tersebut sebelum mencapai kapal induk.

Macron menekankan pentingnya mendukung Siprus, anggota Uni Eropa yang telah menandatangani kemitraan strategis dengan Prancis.

“Ini membutuhkan dukungan kita. Itulah mengapa saya telah memutuskan untuk mengirimkan aset pertahanan udara tambahan ke sana juga, bersama dengan fregat Prancis, Languedoc, yang akan tiba di lepas pantai Siprus malam ini,” kata Macron.

Selain kapal induk, Prancis secara aktif meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Jet tempur Rafale dan sistem pertahanan udara telah dikerahkan untuk mengamankan kepentingan Prancis dan mendukung keamanan regional.

Macron menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari strategi Prancis untuk melindungi warga negara dan pangkalan militernya di kawasan tersebut sambil memberikan bantuan kepada negara-negara yang menjadi sasaran pembalasan Iran.

Di tempat lain, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menegaskan bahwa Prancis telah mengerahkan pesawat tempur Rafale di atas Uni Emirat Arab (UEA) untuk melindungi pangkalan angkatan laut dan udara Prancis.

“Pesawat Rafale dan pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas kami,” kata Barrot.

Prancis mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di UEA, dengan pesawat Rafale ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra dekat Abu Dhabi.

Baru-baru ini, pasukan Prancis terlibat dalam menetralisir drone Iran di kawasan tersebut setelah serangan drone menghantam pangkalan Prancis di UEA pada 1 Maret, menyebabkan kebakaran. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *