Turkiye sukses melakukan penerbangan perdana pesawat peperangan elektronik HAVA SOJ
Via X AIRSPACE REVIEW – Turkiye sukses melakukan uji penerbangan perdana pesawat perang elektronik (EW) yang dikembangkan di dalam negeri HAVA SOJ pada 1 Maret 2026.
Program HAVA SOJ (Stand-Off jJammer) ini untuk menyediakan empat pesawat EW jarak jauh bagi Angkatan Udara Turkiye, dengan pesawat pertama akan diserahkan pada akhir tahun 2026 ini.
Sistem untuk pesawat EW canggih ini dikembangkan dan diintegrasikan oleh perusahaan pertahanan dalam negeri yakni Turkish Aerospace (TUSAS) bersama ASELSAN.
Tujuan program ini adalah untuk menghadirkan radar dan komunikasi, dukungan elektronik, dan kemampuan serangan elektronik yang terintegrasi ke dalam pesawat menggunakan subsistem lokal.
Kehadiran HAVA SOJ ini dimaksudkan untuk menekan radar pertahanan udara musuh, mengganggu siklus komando dan kendali, dan mengganggu komunikasi melalui pengelabuan dan pengacakan sambil tetap berada di luar zona ancaman.
Dengan melibatkan jangkauan radar dan tautan komunikasi, pesawat ini bertugas menciptakan koridor untuk pesawat tempur dan drone kawan dapat masuk dan keluar dari wilayah pertempuran udara dengan aman.
Sistem misi di dalam pesawat melakukan deteksi, identifikasi, pengenalan, klasifikasi, penentuan arah, dan penentuan posisi emisi radar dan komunikasi darat, udara, dan laut yang kompleks.
Sebagai platform untuk HAVA SOJ ini adalah pesawat jet bisnis Bombardier Global 6000 buatan Kanada.
Serangkaian modifikasi besar dilakukan, seperti pemasangan ‘kano’ di bawah badan pesawat yang berisi perangkat antena pemancar untuk membutakan radar lawan.
Kemudian di atas badan pesawat juga dipasang kubah besar yang berisi peralatan komunikasi. Sedangkan pod ESM dipasang di ujung kedua sayap, serta pada bagian ekor pesawat berisi perangkat sensor tambahan.
Pesawat Bombardier Global 6000 ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Rolls-Royce BR710A2-20 yang masing-masing berdaya 14.750 lbf, kecepatan maksimumnya mencapai 0,9 Mach.
HAVA SOJ ini memiliki jangkauan operasional maksimum 6.000 mil laut (11.112 km), ketinggian terbang hingga 15.544 m, dan dapat mengudara selama 11 jam non stop. (RBS)
