AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Iran (IRIAF) terpantau mengerahkan jet tempur ringan Yak-130 untuk melakukan misi patroli antidrone di atas ibu kota Teheran bersama dengan MiG-29.
Jet-jet tersebut dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek R-73. Pesawat ditugaskan untuk mendeteksi dan menyerang drone yang beroperasi di ketinggian rendah/menengah seperti Hermes Israel dan MQ-9 Amerika Serikat.
Sebelumnya, setahun yang lalu, dalam latihan militer Zolfagar 1403 pada 24 Februari 2025, IRIAF untuk pertama kalinya mengerahkan Yak-130 dan MiG-29 guna mencegat dan menetralisir drone musuh yang disimulasikan.
Dalam misi terkoordinasi, pilot MiG-29 pertama-tama mendeteksi dan melacak target sebelum menyampaikan data ke Yak-130, yang kemudian berhasil menghancurkannya menggunakan rudal antipesawat.
Keberhasilan tersebut menunjukkan koordinasi dan respons IRIAF, sekaligus menegaskan kemampuan Yak-130 untuk diintegrasikan ke dalam operasi udara bersama jet tempur yang lebih berat.
Seperti diketahui, IRIAF mulai menerima gelombang pertama jet latih tempur canggih Yak-130 dari Rusia pada September 2023.
Jet latih tempur bertempat duduk tandem ini digunakan oleh IRIAF untuk melatih para calon pilot jet Su-35 yang juga diakuisisi dari Rusia.
Dengan delapan gantungan senjata di bawah sayapnya, Yak-130 dapat membawa senjata hingga 3.000 kg.
Rangkaian senjata yang dapat diangkut oleh jet berjulukan Mitten tersebut mencakup bom tak berpemandu dan berpemandu, pod roket B-8 dan B-13, pod kanon GSh-23, serta rudal udara ke udara R-73 dan rudal udara ke permukaan Kh-25. (RBS)

