Israel mengungkapkan jet tempur F-16I Sufa membawa rudal RAMPAGE dalam Operasi Lion’s Roar

F-16I Sufa membawa rudal RAMPAGEIDF

AIRSPACE REVIEW – Pada 28 Februari 2026, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) merilis serangkaian foto yang menunjukkan sebuah jet tempur F-16I Sufa sedang bersiap untuk misi serangan terhadap target di Iran dalam Operasi Lion’s Roar.

Diterbitkan di akun resmi IDF di platform X, gambar-gambar tersebut menggambarkan pesawat yang membawa rudal udara ke permukaan RAMPAGE dan tiga tangki bahan bakar eksternal besar berkapasitas 600 galon.

Dalam foto tampak F-16I yang berkursi ganda ini dalam konfigurasi tempur penuh, sedang bergerak di landasan pacu dengan tangki bahan bakar konformal di sepanjang badan pesawat, tiga tangki bahan bakar eksternal, serta muatan senjata campuran yang dioptimalkan untuk serangan jarak jauh dan pertahanan diri.

Pada tiang bagian dalam sayap terlihat rudal jarak jauh RAMPAGE. Sementara gantungan luar dilengkapi dengan rudal udara ke udara AIM-120 untuk pertahanan diri.

Meskipun target dan rute penerbangan tetap dirahasiakan, muatan tersebut sangat menunjukkan serangan jarak jauh yang direncanakan dengan cermat dan matang.

Jet tempur F-16I Sufa merupakan modifikasi khusus dari varian F-16D Block 52+, yang dirancang khusus untuk kebutuhan serangan jarak jauh.

Kokpit di dua tempat duduk memungkinkan pembagian beban kerja antara pilot dan petugas sistem senjata selama misi yang kompleks, terutama saat menggunakan beberapa amunisi jarak jauh dan berkoordinasi dengan platform lain.

Pesawat ini dilengkapi dengan radar multimode canggih yang cocok untuk serangan darat segala cuaca, rangkaian peperangan elektronik komprehensif yang dikembangkan Israel, tautan data yang aman, dan komputer misi modern.

Sementara RAMPAGE adalah rudal udara ke permukaan jarak jauh yang bermuatan hulu ledak serbaguna seberat sekitar 150 kg. Jangkauannya kisaran 150–250 km, tergantung pada ketinggian dan kecepatan peluncuran.

Dipandu oleh sistem navigasi inersia yang terhubung dengan navigasi satelit, rudal ini mengikuti lintasan quasi-balistik berkecepatan tinggi yang mempersulit intersepsi bagi banyak sistem rudal pertahanan udara jarak menengah.

RAMPAGE dioptimalkan untuk menyerang target tetap bernilai tinggi seperti lokasi radar, pos komando yang diperkuat, depot amunisi, infrastruktur lapangan terbang dan tempat perlindungan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *