USAF memberikan kode resmi X-68A untuk drone LongShot rancangan GA-ASI

Drone LongShotGA-ASI

AIRSPACE REVIEW – General Atomics Aeronautical Systems Inc. (GA-ASI) mengumumkan bahwa Angkatan Udara AS (USAF) telah memberikan sebutan resmi “X-68A” untuk LongShot, sebuah pesawat nirawak pembawa rudal yang diluncurkan dari udara (air launched missile-carrying uncrewed aircraf).

LongShot X-68A ini dikembangkan GA-ASI untuk DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Perang AS (Pentagon) yang bertanggung jawab menciptakan teknologi terobosan untuk militer.

X-68A dirancang untuk dilepaskan dari pesawat tempur seperti Boeing F-15EX dan terbang di depannya, sambil kemudian menembakkan rudal udara ke udara untuk menambah jangkauan rudal tersebut.

Drone tempur yang dijuluki sebagai “Missile Truck” ini dapat dilepaskan juga dari pesawat angkut militer seperti Boeing C-17, dalam jumlah yang lebih banyak.

DARPA mengungkapkan program LongShot ini telah menyelesaikan pengujian terowongan angin skala penuh dan uji coba yang sukses dari sistem pemulihan parasut dan pelepasan senjata, dan sedang mempersiapkan uji penerbangan terintegrasi paling cepat pada akhir tahun 2026.

Namun baik DARPA maupun GA-ASI belum mengungkapkan spesifikasi dan performa dari X-68A ini.

Dari gambar yang dipublikasikan, X-68A memiliki penampilan seperti rudal jelajah dengan sayap yang dapat dilipat, dan dibekali mesin jet mini. Di dalam badannya dapat menampung rudal udara ke udara seperti AIM-120.

Digambarkan, X-68A adalah titik peluncuran rudal yang didistribusikan ke depan yang mendorong rantai serangan ke luar lebih jauh dan mempersulit pergerakan musuh untuk maju ke depan.

Dengan meluncurkan LongShot, pesawat induk dapat tetap berada lebih jauh dari ancaman rudal permukaan udara jarak jauh lawan, sementara X-68A menembus cukup jauh untuk melakukan tembakan dengan probabilitas lebih tinggi.

Sebagai tambahan informasi, dalam proyek LongShot DARPA ini, GA-ASI berhasil menyingkirkan pesaing beratnya yakni perusahaan kedirgantaraan Lockheed Martin, dan Northrop Grumman. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *