BAE Systems sukses menguji kendaraan tempur nirawak ATLAS CCV, dikembangkan dalam waktu 16 bulan

ATLAS CCVBAE Systems

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan dari Inggris, BAE Systems, mengumumkan keberhasilan uji coba prototipe kendaraan darat nirawak ATLAS (Autonomous Tactical Light Armour System) rancangannya.

Kendaraan tempur robotik CCV (Collaborative Combat Variant/CCV) dengan penggerak 8×8 ini dirancang untuk mendukung operasi tank tempur utama (MBT) dan menjalankan misi pengintaian tempur.

Disebutkan, pengujian mencakup berbagai tingkat otonomi, termasuk teleoperasi, navigasi berbasis titik arah, serta otonomi deteksi dan penghindaran penuh, yang memvalidasi kemampuan kendaraan untuk beroperasi bersama platform tempur berawak.

Dalam uji coba, prototipe tersebut menunjukkan kemampuan manuver dan mobilitas di medan yang sulit dan kondisi lingkungan yang beragam selama kegiatan pengujian.

Sistem ATLAS CCV ini dirancang sebagai kendaraan darat otonom modular yang dimaksudkan untuk melakukan peran tempur dan pendukung sekaligus mengurangi paparan risiko medan perang bagi para prajurit.

ATLAS ini dapat dikonfigurasi dengan muatan yang berbeda tergantung pada persyaratan misi yang ditentukan.

Dalam konfigurasi serangnya, kendaraan ini dilengkapi dengan turret VANTAGE, dibekali dengan kanon otomatis kaliber menengah yang dikembangkan khusus untuk platform tanpa awak.

Turret VANTAGE mengintegrasikan Sistem Deteksi, Pelacakan, dan Klasifikasi Target Otomatis Multi-Spektral (ATTCS) pasif, yang juga dikembangkan oleh BAE Systems, memungkinkan proses identifikasi dan penargetan otomatis.

Hebatnya, sistem ini mendukung pengurangan beban kerja operator dan memungkinkan satu operator untuk mengelola beberapa platform otonom secara bersamaan sambil menurunkan risiko deteksi selama operasi.

Uji coba ATLAS CCV ini merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan kemampuan darat otonom generasi berikutnya yang bertujuan untuk mengintegrasikan sistem tanpa awak ke dalam formasi lapis baja.

Kehadiran kendaraan ini dimaksudkan untuk beroperasi sebagai aset tempur kolaboratif yang mendukung kendaraan berawak beroda rantai dan beroda ban, memperluas kekuatan tempur sekaligus memungkinkan personel untuk tetap berada di luar area berisiko tinggi.

ATLAS CCV dirancang dengan arsitektur modular yang memungkinkan adaptasi untuk berbagai peran misi dan peningkatan sepanjang masa operasionalnya. Pendekatan ini memungkinkan perubahan muatan dan peningkatan kemampuan tanpa mendesain ulang platform kendaraan dasar.

BAE Systems sendiri mengembangkan prototipe ATLAS CCV hanya dalam waktu 16 bulan, yang dimulai pada tahun 2024. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *