Ekspor terbaru jet tempur Su-57 ke negara Timur Tengah, nama tidak disebutkan
TASSAIRSPACE REVIEW – Rusia telah mengantongi kontrak ekspor terbaru dengan satu negara di Timur Tengah untuk jet tempur generasi kelima Su-57 (NATO: Felon). Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Anton Alikhanov mengatakan hal ini di pameran Innoprom di Arab Saudi.
“Ada minat yang signifikan, dan beberapa kontrak telah ditandatangani, meskipun saya tidak dapat mengungkapkan detailnya,” kata Alikhanov dikutip media.
“Kami baru-baru ini meluncurkan Su-57E, yang merupakan salah satu pesawat terbaik di dunia, mungkin yang terbaik saat ini. Pesawat ini juga telah teruji dalam pertempuran,” tambahnya.
Pernyataannya Alikhanov telah menimbulkan spekulasi yang cukup besar mengenai negara Timur Tengah yang telah memesan Su-57E.
Analis memperkirakan, negara Timur Tengah yang dimaksud Alikhanov kemungkinan besar adalah Iran.
Namun demikian, timbul keraguan juga apakah yang dimaksud pejabat pemerintah Rusia itu adalah Aljazair, yang merupakan bagian dari kelompok MENA (Middle East and North Africa).
Aljazair, meskipun lokasinya di Afrika, memiliki kedekatan politik, bahasa, dan pasar yang jauh lebih erat dengan negara-negara Arab di Timur Tengah.
Dokumen pemerintah Rusia yang bocor pada akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa Rusia, bersamaan dengan pengiriman sekitar 18 Su-35 ke Aljazair di awal tahun, dijadwalkan untuk mengirimkan 48 pesawat tempur Su-35 untuk melengkapi kembali Angkatan Udara Iran, serta enam Su-35 ke Ethiopia.
Namun dokumen tersebut hanya menunjukkan bahwa Iran telah menyepakati pembelian total 48 hingga 50 unit Su-35 dengan nilai kontrak ini diperkirakan mencapai 6 miliar euro.
Bila minat atau kontrak terbaru yang mengarah pada Su-57 berasal dari negara di Timur Tengah, maka ekspor Felon dapat mengubah keseimbangan kekuatan udara di kawasan ini, setelah Israel selama ini menjadi satu-satunya negara pengguna jet tempur generasi kelima F-35 buatan Amerika Serikat.
Sementara Aljazair adalah satu-satunya negara operator Su-57 di Afrika.
Jumlah Produksi Su-57
Rusia tidak pernah secara rinci merilis berapa jumlah jet tempur Su-57 yang telah diproduksi, seperti halnya China dengan produksi jet tempur generasi kelima J-20 Mighty Dragon misalnya.
Hal ini berbeda dengan Amerika Serikat, di mana Lockheed Martin merinci secara detail mengenai jumlah produksi dan pengiriman ke negara mana saja jet tempur F-35 Lightning II.
Namun berdasarkan data-data operasioan dan pengiriman terbaru, diperkirakan total ada sekitar 34 hingga 38 unit Su-57 yang telah diproduksi Rusia, terdiri dari 10 unit T-50 (unit prototipe) dan 24-28 unit seri produksi Su-57 yang telah diserahkan ke Angkatan Dirgantara Rusia (VKS).
Bila ditambah dengan dua unit Su-57E yang telah diserahkan ke Aljazair, jumlah total produksi Su-57 berada di kisaran 40 unit.
Kremlin sebelumnya telah menargetkan produksi Su-57 mencapai 76 unit operasional penuh pada akhir 2027 atau awal 2028.
Pesawat tersebut setidaknya akan membentuk tiga resimen udara lengkap untuk menggantikan peran Su-27 yang sudah menua.
Di awal 2026, Rostec mengumumkan telah melaksanakan pengiriman batch pertama Su-57 di tahun ini ke Kementerian Pertahanan Rusia untuk selanjutnya digunakan oleh VKS.
Berbeda dengan seri produksi sebelumnya, Rostec mengatakan batch Su-57 kali ini adalah seri produksi yang telah mendapatkan peningkatan dalam berbagai aspek. (RNS)
