Spanyol mengirimkan radar Lanza LTR-25 berjangkauan deteksi 450 km ke Ukraina: Dapat melacak ratusan target secara bersamaan

Ukraina menerima radar Lanza LTR-25 dari UkrainaIndra

AIRSPACE REVIEW – Spanyol dilaporkan telah mengirimkan radar peringatan dini taktis Lanza LTR-25 ke Ukraina. Radar ini secara signifikan dapat memperkuat kemampuan Ukraina memantau wilayah udaranya dan mendeteksi ancaman udara.

Radar Lanza LTR-25 dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Spanyol, Indra, dan bernilai sekitar 37 juta euro (IDR740 miliar).

Radar ini menawarkan kemampuan deteksi jarak jauh, yang memungkinkan Ukraina untuk mengidentifikasi potensi ancaman pada jarak lebih dari 450 km.

LTR-25 merupakan singkatan dari L (frekuensi radio L-band), T (Tactical), dan R (Radar). Sementara angka 25 bermakna jangkauan 250 mil laut (463 km).

Target udara yang dapat dideteksi mulai dari drone dan rudal jelajah hingga rudal balistik dan pesawat siluman.

Radar ini dapat dioptimalkan untuk beroperasi di lingkungan elektromagnetik yang kompleks dan berfungsi secara efektif di tengah interferensi elektronik yang berat dan peperangan elektronik, merujuk keterangan perusahaan.

Lanza LTR-25 memiliki kompatibilitas dengan sistem pertahanan udara Barat yang sudah digunakan oleh Ukraina.

Radar ini dapat terintegrasi dengan mulus dengan platform seperti sistem pertahanan udara Patriot, SAMP/T, IRIS-T, dan NASAMS, sehingga meningkatkan kesadaran situasional dan waktu reaksi.

Dengan memberikan deteksi dini dan pelacakan target yang lebih baik, radar ini dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan untuk sistem pertahanan udara ini.

Peringatan dini memungkinkan pencegat untuk dikerahkan lebih efisien, meningkatkan peluang keberhasilan dalam menghadapi ancaman yang datang.

Secara teknis, Lanza LTR-25 beroperasi di pita L dan menggunakan arsitektur susunan bertahap dengan pembentukan berkas digital.

Karakteristik ini memungkinkan perangkat tersebut untuk melacak ratusan target secara bersamaan dengan akurasi tinggi, bahkan selama serangan elektronik, dan untuk mendeteksi target dengan penampang radar rendah seperti drone dan rudal jelajah.

Di medan perang Ukraina di mana Rusia mulai menggunakan Su-57 atau drone siluman Okhotnik, radar ini memberikan peluang bagi pertahanan udara Ukraina untuk bersiap lebih awal. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *