Beredar cuplikan video jet Su-57E Aljazair mulai “menghantui” langit Afrika, bikin AS meradang dan mengancam akan memberlakukan CAATSA

Video amatir menunjukkan Aljazair telah mengoperasikan Su-57Via X

AIRSPACE REVIEW – Peta kekuatan udara di wilayah Mediterania Selatan dan Afrika Utara diprediksi mulai bergerak tidak stabil menyusul beredarnya cuplikan video amatir yang menunjukkan aktivitas jet tempur generasi kelima Rusia, Su-57E di langit Aljazair.

Kabar dan video yang diunggah oleh beberapa akun OSINT di X ini memicu spekulasi bahwa Aljazair telah resmi mengoperasikan pesawat tempur paling canggih andalan Moskow tersebut.

Aljazair diduga telah menjadi negara pertama di luar Rusia, dan negara pertama di Afrika serta dunia Arab, yang mengoperasikan jet tempur siluman.

Sejatinya bila kita cermati pemberitaan-pemberitaan dalam beberapa tahun terakhir, informasi mengenai pembelian jet tempur Su-57 oleh Aljazair sudah menjadi “rahasia umum” yang bersifat tahu sama tahu saja. Amerika pun pastinya tahu.

Memang, Kremlin maupun pihak industri pertahanan Rusia tidak pernah secara gamblang menyebutkan nama negara di luar Rusia yang menjadi pembeli pertama Su-57.

CEO United Aircraft Corporation (UAC), Vadim Badekha, misalnya, beberapa kali menyatakan bahwa Su-57 telah mendapatkan pelanggan ekspor pertamanya, tanpa menyebutkan negara dimaksud.

Dua Unit Pertama dari Empat Belas

Mengacu pada laporan Intelijen Sumber Terbuka (OSINT), Aljazair telah menerima dua unit Su-57E dari total 14 unit yang dibeli.

Pesawat tersebut diduga dioperasikan dari Pangkalan Udara Oum El Bouaghi, sebuah instalasi militer rahasia yang terletak di pegunungan timur laut Aljazair.

Pangkalan ini dikenal sebagai pusat alutsista elite Angkatan Udara Aljazair (AAF/QJJ) karena memiliki landasan pacu panjang, hingga 4.000 m, yang mampu menampung berbagai jenis pesawat.

AAF merupakan salah satu angkatan udara paling tangguh dan modern di benua Afrika serta wilayah Arab.

World Directory of Modern Military Aircraft (WDMMA) beberapa kali memasukkan AAF dalam daftar 25 besar kekuatan udara dunia.

AAF diperkuat dengan teknologi militer Rusia dengan postur pertahanan yang sangat mandiri. Angkatan Udara Aljazair ini total memiliki lebih dari 600 unit pesawat, termasuk helikopter, jet tempur, dan pesawat angkut. .

Fokus utama AAF adalah pertahanan kedaulatan wilayah yang luas, di mana Aljazair adalah negara terluas di Afrika, serta untuk pencegahan (deterrence) terhadap potensi ancaman regional.

Uni Soviet yang kini diwarisi Rusia, menjadi kiblat militer bagi Aljazair. AAF diperkuat oleh jet tempur seperti Su-30MKA sebanyak 70 unit, di mana pesawat ini pun telah dilengkapi pula dengan avionik dari Prancis.

Untuk armada lama, AAF masih mengoperasikan MiG-29M/M2 untuk pertempuran udara jarak dekat/menengah, lalu ada Su-24MK untuk serangan darat jarak jauh, dan yang terbaru adalah jet tempur superioritas udara dan multiperan, Su-35 dan Su-57.

Ancaman CAATSA

Meskipun dapat dikatakan merupakan pencapaian besar bagi pertahanan nasional Aljazair, langkah mengakuisisi jet tempur modern Su-35 dan Su-57E dari Rusia, telah membuat Amerika Serikat geram dan mengancam akan memberlakukan sanksi CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act).

Ini adalah Undang-undang Federal Amerika Serikat yang disahkan pada Juli 2017 di bawah pemerintahan pertama Presiden Donald Trump saat itu.

Secara sederhana, CAATSA menjadi godam atau palu besar diplomatik dan ekonomi yang digunakan AS untuk menghukum negara-negara yang dianggap merugikan kepentingan Amerika, terutama melalui hubungan militer dengan musuh-musuh AS.

Secara spesifik, CAATSA menyebut tiga negara yang menjadi musuh AS, yaitu Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Dalam konteks akuisisi jet tempur generasi kelima Rusia oleh Aljazair, bagian yang paling relevan adalah Pasal 231.

Pasal tersebut memberikan wewenang kepada Presiden AS untuk menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun, di antaranya sanksi berupa:

  1. Pelarangan ekspor barang-barang teknologi AS ke negara tersebut,
  2. Pelarangan pinjaman dari lembaga keuangan AS atau internasional,
  3. Penolakan visa bagi pejabat terkait,
  4. Pembatasan akses ke sistem keuangan global yang berbasis dolar AS (SWIFT).

Tentu saja Aljazair bukan tidak mengetahui potensi diterapkannya CAATSA oleh Washington terhadap Aljir. Aljazair sudah sejak lama mengoperasikan sistem persenjataan Rusia, mencapai hampir 80%, dan kini tampaknya akan diteruskan.

Di sisi yang lain, AS mungkin juga memperhitungkan bahwa dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Aljazair, akan mendorong negara ini semakin dekat ke Rusia atau China.

Hingga saat ini Aljazair belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara spesifik menyerang atau menanggapi ancaman CAATSA dari Amerika Serikat.

Alih-alih memberikan balasan retorika yang keras, Aljazair cenderung menerapkan strategi diam dan diplomasi pragmatis.

Pemerintah Aljazair dikenal sangat tertutup mengenai urusan militer. Alih-alih berdebat di media, Aljir lebih memilih melakukan lobi-lobi diplomatik secara privat dengan Washington.

Tidak mengherankan bila pejabat AS, seperti Robert Palladino dari Biro Urusan Timur Dekat, mengakui bahwa AS terus berkomunikasi dengan Aljazair meskipun ada perbedaan pandangan yang tajam mengenai pembelian Su-57.

Apakah AS akan bertindak sangat keras atau melunak? Belum tahu. Yang jelas, Aljazair adalah negara alternatif pemasok utama gas bagi Eropa, menggantikan Rusia.

Memberi sanksi berat pada Aljazair bisa mengacaukan ekonomi sekutu-sekutu AS di Eropa. Apakah AS akan tetap mengmbil langkah ini? Oke lah kita tunggu…(RNS)

2 Replies to “Beredar cuplikan video jet Su-57E Aljazair mulai “menghantui” langit Afrika, bikin AS meradang dan mengancam akan memberlakukan CAATSA”

  1. Klo negara punya pengaruh di negara barat maupun timur, sanksi ga bakal dijatuhkan, contoh India, next Aljazair. Klo negara punya posisi tawar yang bagus ga bisa dirongrong kedaulatannya.

  2. Yah inilah preman as org hanya boleh beli produknya tp g pp masalah ini tinggal.tgg waktunya paling lama 5 thn bgt manufaktur cina sudah 50% dunia , cina sudah kuasai chip canggih mk org seluruh dunia butuh cina as maunpergi silahkan toh cina jg punya CHIPS sistem.pembayaran global yg sedang diterapkan di BRICS .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *