Ethiopia memperlihatkan enam jet Yak-130 dan sebuah drone Orion yang dibeli dari Rusia
Via X AIRSPACE REVIEW – Ethiopia memperlihatkan enam jet latih Yak-130 dengan registrasi 2301 hingga 2306 dan sebuah drone tempur Orion yang diakuisi dari Rusia di gelaran Aviation Expo 2026 di Pangkalan Udara Bishoftu baru-baru ini.
Diproduksi oleh UAC, bagian dari Rostec, Yak-130 secara resmi dipresentasikan sebagai pesawat latih canggih yang juga dapat digunakan untuk misi serangan ringan, dukungan udara jarak dekat, dan patroli bersenjata.
Bagi Ethiopia, yang mengoperasikan armada jet tempur Su-27, Su-30K, Su-25, dan MiG-23BN, kehadrian Yak-130 menambah kekuatan untuk pelatihan pilot dan penguatan langsung dalam daya tembak.
Sementara Orion, merupakan drone MALE (Medium-Altoitude, Long-Endurance) yang telah digunakan Rusia di medan tempur Ukraina.
Drone ini menawarkan jangkauan otonom jarak jauh, sensor untuk pengawasan berkelanjutan, dan kemampuan untuk menggunakan amunisi berpemandu, yang secara signifikan memperluas jangkauan pilihan intelijen, pengawasan, dan pengintaian Ethiopia.
Pengerahan pesawat Yak-130 dan drone Orion memiliki bobot simbolis yang melampaui dampak militer langsung.
Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Rusia menyebut industri pertahanan Rusia tetap mampu memproyeksikan pengaruh dan menutup kesepakatan di luar Eropa, bahkan dalam lingkungan internasional yang tidak menguntungkan.
Bagi Ethiopia, akuisisi ini memperkuat kemampuan udara dan pengawasan di tengah tantangan internal dan ketegangan regional.
Sementara bagi Rusia, langkah ini merupakan peluang untuk mempertahankan relevansi geopolitik, mengamankan mitra strategis, dan menunjukkan bahwa, terlepas dari sanksi, Moskow tetap mampu memproyeksikan kekuatan dan pengaruh di luar wilayah sekitarnya. (RNS)

Tetangganya, Eritrea tak mau mengimbangi? Jadi ingat duel udara antara Su-27 dan MiG-29 Ethiopia vs Eritrea dulu