BAE Systems meluncurkan sistem Archer 155 mm SPH pertama pesanan Swedia dengan platform truk RMMV HX2
BAE Systems AIRSPACE REVIEW – BAE Systems secara resmi meluncurkan howitzer swagerak (SPH) Archer 155 mm pertama yang dibangun untuk Angkatan Darat Swedia. Seremoni dilakukan pada 30 Januari 2026 di fasilitas pabrik di Karlskoga, Swedia.
Sistem SPH baru ini menggunakan truk kelas berat Rheinmetall MAN Military Vehicles (RMMV) HX-2 berpenggerak 8×8 dari Jerman, menggantikan platform model lama Volvo A30D 6×6 asal Swedia.
Peluncuran ini menyusul kontrak yang ditandatangani pada September 2023 antara Administrasi Material Pertahanan Swedia (FMV) dan BAE Systems Bofors untuk pengadaan 48 unit Archer 155 mm.
Pengadaan sistem Archer baru ini untuk dengan cepat memulihkan dan memperluas kapasitas artileri medan Swedia, setelah transfer sistem Archer lama mereka ke Angkatan Bersenjata Ukraina.
Dibandingkan dengan sasis Volvo A30D 6×6 sebelumnya, RMMV HX2 8×8 menawarkan mobilitas segala medan lebih baik, logistik yang lebih sederhana dalam rantai pasokan NATO, dan peningkatan kemampuan bertahan hidup terhadap ancaman medan perang modern.
Untuk persenjataannya, Archer baru masih mempertahankan howitzer 155 mm L52 sebelumnya, dengan sistem pengisian otomatis sepenuhnya yang mampu menembakkan hingga delapan peluru per menit.
Sistem ini mendukung penembakan Multiple Rounds Simultaneous Impact (MLSI), memungkinkan beberapa proyektil untuk mengenai sasaran hampir secara bersamaan.
Jangkauan tembaknya mencapai 40 km dengan amunisi jarak jauh standar dan lebih dari 50 km dengan peluru berpemandu presisi seperti M982 Excalibur.
Salah satu fitur unggulan Archer SPH baru ini adalah tingkat otomatisasinya yang tinggi. Semua operasi penempatan senjata, pengisian amunisi, penembakan, dilakukan awak tanpa meninggalkan kabin antipelurunya.
Waktu dari kendaraan berhenti hingga tembakan pertama sekitar 30 detik, dan sistem dapat dinonaktifkan segera setelah penembakan, sehingga secara drastis mengurangi kerentanan terhadap tembakan balasan artileri.
Bagi Angkatan Darat Swedia, peluncuran pertama Archer berbasis MAN HX2 menandai transformasi yang lebih luas dari persenjataan artilerinya. Seiring dengan penguatan kontribusi anggota terbaru NATO ini terhadap pertahanan kolektif.
Kehadiran Archer 155 mm baru ini diharapkan menjadi tulang punggung kemampuan tembakan jarak jauh Swedia, khususnya di wilayah Laut Baltik dan Kutub Utara. (RBS)

